10 Nasihat Ibnul Qayyim Untuk Bersabar Agar Tidak Terjerumus Dalam Lembah Maksiat Rasa Cinta

Alih Bahasa: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam. Shalawat & salam semoga terlimpah kepada Nabi & Rasul paling mulia. Amma ba’du.
Berikut ini sepuluh nasihat Ibnul Qayyim rahimahullah utk menggapai kesabaran diri agar tak terjerumus dlm perbuatan maksiat:
Pertama, hendaknya hamba menyadari betapa buruk, hina & rendah perbuatan maksiat. Dan hendaknya dia memahami bahwa Allah mengharamkannya serta melarangnya dlm rangka menjaga hamba dari terjerumus dlm perkara-perkara yang keji & rendah sebagaimana penjagaan seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya demi menjaga anaknya agar tak terkena sesuatu yang membahayakannya.
Kedua, merasa malu kepada Allah… Karena sesungguhnya apabila seorang hamba menyadari pandangan Allah yang selalu mengawasi dirinya & menyadari betapa tinggi kedudukan Allah di matanya. Dan apabila dia menyadari bahwa perbuatannya dilihat & didengar Allah tentu saja dia akan merasa malu apabila dia melakukan hal-hal yang dapat membuat murka Rabbnya… Rasa malu itu akan menyebabkan terbukanya mata hati yang akan membuat Anda bisa melihat seolah-olah Anda sedang berada di hadapan Allah…
Ketiga, senantiasa menjaga nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu & mengingat-ingat perbuatan baik-Nya kepadamu……
Apabila engkau berlimpah nikmat
maka jagalah, karena maksiat
akan membuat nikmat hilang & lenyap
Barang siapa yang tak mau bersyukur dgn nikmat yang diberikan Allah kepadanya maka dia akan disiksa dgn nikmat itu sendiri.
Keempat, merasa takut kepada Allah & khawatir tertimpa hukuman-Nya
Kelima, mencintai Allah… karena seorang kekasih tentu akan menaati sosok yang dikasihinya… Sesungguhnya maksiat itu muncul diakibatkan oleh lemahnya rasa cinta.
Keenam, menjaga kemuliaan & kesucian diri serta memelihara kehormatan & kebaikannya… Sebab perkara-perkara inilah yang akan bisa membuat dirinya merasa mulia & rela meninggalkan berbagai perbuatan maksiat…
Ketujuh, memiliki kekuatan ilmu tentang betapa buruknya dampak perbuatan maksiat serta jeleknya akibat yang ditimbulkannya & juga bahaya yang timbul sesudahnya yaitu berupa muramnya wajah, kegelapan hati, sempitnya hati & gundah gulana yang menyelimuti diri… karena dosa-dosa itu akan membuat hati menjadi mati…
Kedelapan, memupus buaian angan-angan yang tak berguna. Dan hendaknya setiap insan menyadari bahwa dia tak akan tinggal selamanya di alam dunia. Dan mestinya dia sadar kalau dirinya hanyalah sebagaimana tamu yang singgah di sana, dia akan segera berpindah darinya. Sehingga tak ada sesuatu pun yang akan mendorong dirinya utk semakin menambah berat tanggungan dosanya, karena dosa-dosa itu jelas akan membahayakan dirinya & sama sekali tak akan memberikan manfaat apa-apa.
Kesembilan, hendaknya menjauhi sikap berlebihan dlm hal makan, minum & berpakaian. Karena sesungguhnya besarnya dorongan utk berbuat maksiat hanyalah muncul dari akibat berlebihan dlm perkara-perkara tadi. Dan di antara sebab terbesar yang menimbulkan bahaya bagi diri seorang hamba adalah… waktu senggang & lapang yang dia miliki… karena jiwa manusia itu tak akan pernah mau duduk diam tanpa kegiatan… sehingga apabila dia tak disibukkan dgn hal-hal yang bermanfaat maka tentulah dia akan disibukkan dgn hal-hal yang berbahaya baginya.
Kesepuluh, sebab terakhir adalah sebab yang merangkum sebab-sebab di atas… yaitu kekokohan pohon keimanan yang tertanam kuat di dlm hati… Maka kesabaran hamba utk menahan diri dari perbuatan maksiat itu sangat tergantung dgn kekuatan imannya. Setiap kali imannya kokoh maka kesabarannya pun akan kuat… & apabila imannya melemah maka sabarnya pun melemah… Dan barang siapa yang menyangka bahwa dia akan sanggup meninggalkan berbagai macam penyimpangan & perbuatan maksiat tanpa dibekali keimanan yang kokoh maka sungguh dia telah keliru.
***
(Diterjemahkan dari artikel berjudul ‘Asyru Nashaa’ih libnil Qayyim li Shabri ‘anil Ma’shiyah, www.ar.islamhouse.com)
***
Artikel www.muslimah.or.id
sumber: www.muslimah.or.id