Balasan Kemuliaan Bagi Muslimah yang Sabar dan Ikhlas

Penulis: Ummu Habibah Muroja’ah: Ustadz Abu Salman Saudariku muslimah… ketahuilah bahwa engkau & manusia seluruhnya di muka bumi ini diciptakan dgn tujuan utk beribadah kepada Allah, demikian pula tujuan jin diciptakan tak lain adalah utk meyembah Allah. Allah berfirman, “Tidaklah Aku ciptakan jin & manusia kecuali utk menyembahKu (yaitu mengesaknKu).” (Adz Dzariyat 56)

Ibadah dilakukan oleh seorang muslimah karena kebutuhanny a terhadap Allah sebagai tempat sandaran hati & jiwa, sekaligus tempat memohon pertolongan & perlindungan. Dan ketahuilah saudariku bahwa ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amal seorang muslimah, di samping dia harus mencontoh gerak & ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm ibadahnya. “Dan mereka tidaklah disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dgn memurnikan dien (agama) kepadaNya, dgn mentauhidknnya.”

(Al Bayyinah 5) Ikhlas adalah meniatkan ibadah seorang muslimah hanya utk mengharap keridhoan & wajah Allah semata & tak menjadikan sekutu bagi Allah dlm ibadah tersebut. Ibadah yang dilakukan utk selain Allah atau menjadikan sekutu bagi Allah sebagai tujuan ibadah ketika sedang beribadah kepada Allah adalah syirik & ibadah yang dilakukan dgn niat yang demikian tak akan diterima oleh Allah. Misalnya menyembah berhala di samping menyembah Allah atau dgn ibadah kita mengharapkan pujian, harta, kedudukan dunia, & lain-lain.

Syirik merusak kejernihan ibadah & menghilangkan keikhlasan & pahalanya. Abu Umamah meriwayatkan, seseorang telah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam & bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang utk mendapatkan upah & pujian? Apakah ia mendapatkan pahala?” Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ” Ia tak mendapatkan apa-apa.” Orang tadi mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali, & Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tetap menjawab, ” Ia tak akan mendapatkan apa-apa. ”

Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tak menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan murni karenaNya & mengharap wajahNya.” (HR. Abu Dawud & Nasai) Ketahuilah saudariku… bahwa ikhlas bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ikhlas adalah membersihkan hati dari segala kotoran, sedikit atau pun banyak – sehingga tujuan ibadah adalah murni karena Allah. Ikhlas hanya akan datang dari seorang muslimah yang mencintai Allah & menjadikan Allah sebagi satu-satunya sandaran & harapan. Namun kebanyakan wanita pada zaman sekarang mudah tergoda dgn gemerlap dunia & mengikuti keinginan nafsunya.

Padahal nafsu akan mendorong seorang muslimah utk lalai berbuat ketaatan & tenggelam dlm kemaksiatan, yang akhirnya akan menjerumuskan dia pada palung kehancuran di dunia & jurang neraka kelak di akhirat. Oleh karena itu, hampir tak ada ibadah yang dilakukan seorang muslimah bisa benar-benar bersih dari harapan-harapan dunia. Namun ini bukanlah alasan utk tak memperhatikan keikhlasan. Ingatlah bahwa Allah sentiasa menyayangi hambaNya, selalu memberikan rahmat kepada hambaNya & senang jika hambaNya kembali padaNya. Allah senatiasa menolong seorang muslimah yang berusaha mencari keridhoan & wajahNya. Tetaplah berusaha & berlatih utk menjadi orang yang ikhlas. Salah satu cara utk ikhlas adalah menghilangkan ketamakan terhadap dunia & berusaha agar hati selalu terfokus kepada janji Allah, bahwa Allah akan memberikan balasan berupa kenikmatan abadi di surga & menjauhkan kita dari neraka. Selain itu, berusaha menyembunyikan amalan kebaikan & ibadah agar tak menarik perhatianmu utk dilihat & didengar orang, sehingga mereka memujimu. Belajarlah dari generasi terdahulu yang berusaha ikhlas agar mendapatkan ridho Allah. Dahulu ada penduduk Madinah yang mendapatkan sedekah misterius, hingga akhirnya sedekah itu berhenti bertepatan dgn sepeninggalnya Ali bin Al Husain.

Orang-orang yang yang memandikan beliau tiba-tiba melihat bekas-bekas menghitam di punggung beliau, & bertanya, “Apa ini?” Sebagian mereka menjawab, “Beliau biasa memanggul karung gandum di waktu malam utk dibagikan kepada orang-orang fakir di Madinah.” Akhirnya mereka pun tahu siapa yang selama ini suka memberi sedekah kepada mereka. Ketika hidupnya, Ali bin Husain pernah berkata, “Sesungguhnya sedekah yang dilakukan diam-diam dapat memadamkan kemurkaan Allah.” Janganlah engkau menjadi orang-orang yang meremehkan keikhlasan & lalai darinya. Kelak pad hari kiamat orang-orang yang lalai akan mendapati kebaikan-kebaikan mereka telah berubah menjadi keburukan. Ibadah mereka tak diterima Allah, sedang mereka juga mendapat balasan berupa api neraka dosa syirik mereka kepada Allah. Allah berfirman, “Dan (pada hari kiamat) jelaslah bagi azab mereka dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.

Dan jelaslah bagi mereka keburukan dari apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (Az Zumar 47-48) “Katakanlah, Maukah kami kabarkan tentang orang yang paling merugi amalan mereka? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedang mereka menyangka telah mengerjakan sebaik-baiknya.” (Al Kahfi 103-104) Saudariku muslimah… bersabarlah dlm belajar ikhlas. Palingkan wajahmu dari pujian manusia & gemerlap dunia. Sesungguhnya dunia ini fana & akan hancur, maka sia-sia ibadah yang engkau lakukan utk dunia. Sedangkan akhirat adalah kekal, kenikmatannya juga siksanya.

Bersabarlah di dunia yang hanya sebentar, karena engkau tak akan mampu bersabar dgn siksa api neraka walau hanya sebentar. Maraji’: Aina Nahnu Min Akhlaqis Salaf Tazkiyatun Nufus sumber: www.muslimah.or.id