Daging Kurban Untuk Walimah Nikah Al Fihri

Daging Kurban utk Walimah Nikah
Al-Hathab menukil keterangan dlm ad-Dzakhirah, bahwa penulis kitab al-Qabas mengatakan:
Guru kami, Abu Bakr al-Fihri mengatakan: Jika ada orang menyembelih hewan dgn niat utk kurban & aqiqah maka hukumnya tak sah. Tapi jika digunakan utk hidangan walimah, hukumnya sah. Perbedaannya adalah, bahwa maksud utama berkurban & aqiqah itu sama, yaitu menyembelih hewan. Sementara kegiatan dua menyembelih hewan, tak bisa digabungkan menjadi satu sembelihan hewan.
Sedangkan tujuan utama walimah adalah makanannya (dagingnya). Dan tujuan ini tidaklah bertentangan dgn kegiatan menyembelih. Sehingga memungkinkan utk digabungkan.
(Mawahibul Jalil, 9/154)
Keterangan yang sama juga disampaikan dlm Fatawa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih
Jika ada hewan yang memenuhi syarat utk kurban, seperti usia & bebas dari cacat maka hewan ini bisa digunakan utk kurban & sekaligus utk hidangan walimah. Sebagaimana dibolehkan utk memberikan daging ini kepada kerabat & rekan. Karena tujuan utama walimah adalah memberi makan undangan. Sebagian ulama telah menegaskan bahwa itu dibolehkan. Seperti keterangan al-Kharsyi dlm Syarh Mukhtashar Khalil, beliau menyatakan: “Jika ada orang yang melaksanakan kurban utk hidangan walimah nikah, kurbannya sah.”
Meskipun para tamu undangan memberikan sumbangan kepada pemilik walimah, tak mempengaruhi keabsahan kurban, meskipun sumbangan itu berupa uang.
Allahu a’lam
Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 80649
***
muslimah.or.id
penyusun Ustadz Ammi Nur Baits
sumber: www.muslimah.or.id