Fatwa: Adzannya Wanita Alaihi Wa Sallam

Pertanyaan
Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta’ ditanya:
Bolehkah wanita mengumandangkan adzan, apakah suara wanita dianggap aurat atau tak ?
Jawaban
Pertama: Pendapat yang benar dari para ulama menyatakan, bahwa wanita tidak boleh mengumandangkan adzan, karena hal semacam ini belum pernah terjadi pada jaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam & juga tak pernah terjadi di zaman Khulafa’ur Rasyidin radhiyallohu ‘anhum

Kedua: Dengan tegas kami katakan bahwa suara wanita bukanlah aurat, karena sesungguhnya para wanita di zaman Nabi selalu bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang urusan-urusan agama Islam, & mereka juga selalu melakukan hal yang sama pada zaman Khulafaur Rasyidin serta para pemimpin setelah mereka. Di zaman itu juga mereka biasa mengucapkan salam kepada kaum laki-laki asing (non mahram) serta membalas salam, semua hal ini telah diakui serta tak ada seorangpun di antara para imam yang mengingkari hal ini, akan tetapi walaupun demikian tak boleh bagi kaum wanita utk mengangkat suaranya tinggi-tinggi dlm berbicara, juga tak boleh bagi mereka utk berbicara dgn suara lemah gemulai, berdasarkanm firman Allah.
Artinya: “Hai itri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita-wanita yang lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dlm berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dlm hatinya, & ucapkanlah perkataan yang baik”. (Al-Ahzab : 32)
Karena jika seorang wanita berbicara lemah gemulai maka hal itu dapat memperdaya kaum pria hingga menimbulkan fitnah di antara mereka sebagaimana disebutkan dlm ayat tersebut.
[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil ifta', VI/82, Fatwa No. 9522]
***
artikel muslimah.or.id
[Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Wanita, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq hal. 117-118, penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin]
sumber: www.muslimah.or.id