Jauhi Syirik, dan Berpegang Teguh Pada Al Qur’an dan As-Sunnah

Bolehkah menggantungkan jimat-jimat atau yang lain yang sejenisnya? Tidak boleh, dalilnya firman Allah: وَإِن يَمْسَسْكَ اللّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ  Artinya: “Jika Allah menimpakan kepadamu musibah, maka tak ada yang bisa menolaknya kecuali Dia.” (Terj. Al-An’am: 17) Dan sabda

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: من علق تميمة فقد أشرك.حديث صحيص رواه أحمد Artinya: “Barangsiapa yang menggantungkan diri pada jimat, maka dia telah musyrik.” (Hadits riwayat Ahmad) التميمة (jimat, susuk, & sejenisnya) adalah segala sesuatu yang digantungkan atau dipergunakan utk menangkal ‘ain (gangguan akibat pandangan mata).

Apa hukumnya beramal berdasarkan undang-undang atau aturan yang menyelisihi hukum Islam? Melakukannya adalah kafir apabila ia mengizinkannya atau meyakini kebenarannya, dgn dalil firman Allah: وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ Artinya: “Barangsiapa yang tak berhukum dgn apa yang diturunkan Allah, mereka itu adalah orang kafir.” (Terj. Al-Ma’idah: 44) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: وما لم تحكم ألؤئمتكم بكتاب الله، ويتخيروا مما أنزل الله، إلا حعل الله بأسهم بينهم .حديث دحسن رواه إبن ماحه و غيره Artinya: “Dan apabila para pemimpin mereka tak menghukumi dgn kitab Allah & tak pula memilih dari apa yang diturunkan Allah melainkan Allah akan menimpakan kekerasan yang terjadi antara sesama mereka.” (Hadits riwayat Ibnu Majah & yang lainnya: hasan)

Bagaimana menolak gangguan syetan yang menanyakan: Siapa yang menciptakan Allah? Apabila syetan membisikkan pertanyaan itu pada salah seorang diantara kamu, maka mintalah perlndungan kepada Allah. Dalilnya adalah firman Allah: وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ Artinya: “Dan jika syetan itu mengganggumu, maka mintalah perlindungan kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Terj. Fushshilat: 36)

Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan pada kita cara menolak tipu daya syetan dgn mengucapkan: آمنت بالله و رسوله، الله أحد، الله الصمد، ام يلد، ولم يولد، ولم يكن له كفوا أحد. ثم ليتفل عن يساره ثلاثا، وليستعذ من الشيطان، وليمته، فإن ذلك يذهب عنه. Artinya: “Aku beriman kepada Allah & Rasul-rasul-Nya, Allah itu Maha Esa, Allah tempat bergantung, tak beranak & tak diperanakkan & tak seorangpun yang menyamai-Nya ‘ Kemudian meludah ke kiri tiga kali.” Maka dia akan terbebas dari godaan syetan. Ini adalah ringkasan hadits-hadits shohih yang dikeluarkan oleh Bukhari, Muslim, Ahmad, & Abu Dawud.

Apa bahaya syirik besar? Jawab 14: Syirik besar menyebabkan kekal di neraka, dgn dalil firman Allah: لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُواْ اللّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَار Artinya: “Sesungguhnya orang yang musyrik kepada Allah maka Allah mengharamkan surga baginya & tempat tinggalnya adalah neraka & tak ada seorang penolongpun bagi orang-orang yang zalim.” (Terj. Al-Ma’idah: 72) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: و من لقي الله يشرك به شيئا دخل النار .حديث صحيح رواه مسلم Artinya: “Barangsiapa yang menghadap Allah dlm keadaan berbuat syirik, pasti dia akan masuk neraka.” (Hadits shohih riwayat Muslim)

Bermanfaatkah amal yang disertai syirik?ذَلِكَ هُدَى اللّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُواْ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ Artinya: “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Terj. Al-An’am: 88) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm hadits Qudsi: قال الله تعالى أنا أغنى الشركاء عن الشرك. من عمل عملا أشرك معي فيه غيري تركته و شركه .حديث صحيح رواه مسلم Artinya: “Allah berfirrman: Aku tak butuh pada sekutu-sekutu itu, barangsiapa beramal dgn suatu amalan & mempersekutukan Aku dgn yang lainnya dlm amalan itu, maka akan Kutinggalkan dia bersama sekutunya.” (Hadits shohih riwayat Muslim) Artikel www.muslimah.or.id Oleh: Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu