Jenis-jenis Najis, Tidak Semua yang Kotor atau Haram adalah Najis

Masalah najis erat kaitannya dgn masalah ibadah, karena setiap ibadah yang dilakukan oleh seorang muslim haruslah bersih dari segala najis. Dan kebersihan seorang muslim menjadi ketentuan penting dlm hal kesempurnaan pelaksanaan ibadah, baik yang fardhu’ maupun sunnah. Akan tetapi, tak sedikit dari kaum muslim yang belum bisa membedakan antara kotoran yang terhukumi sebagai najis dgn kotoran yang tak terhukumi sebagai najis. Dan najis yang berupa kotoran dlm bentuk zhahir (nyata) dgn najis yang tak berbentuk zhahir (nyata) seperti kotoran. Oleh karena itu, artikel kali ini akan membahas tentang najis, macam-macamnya & cara membersihkannya.

Mengenal Najis. Syaikh ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi menyebutkan dlm kitabnya al-Wajiz (hal. 57), najaasaat adalah bentuk jama’ atau plural dari kata najaasah, yaitu segala sesuatu yang dianggap kotor oleh orang-orang yang bertabiat baik lagi selamat & mereka menjaga diri darinya, mencuci pakaian yang terkena benda-benda najis tersebut.

Syaikh Sa’id Al-Qaththani menyebutkan definisi najis sebagai kotoran yang harus dibersihkan & dicuci pada bagian yang terkena olehnya. (Ensiklopedi Shalat Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah, I/13)

Menurut istilah syar’i , benda najis adalah benda yang haram disentuh secara mutlak, kecuali jika dlm keadaan terpaksa, bukan karena benda tersebut haram atau kotor & bukan pula karena benda tersebut berbahaya utk badan & akal.(Ensiklopedi Tarjih Masalah Thaharah & Shalat, hal. 26)

Tidak Semua yang Haram  & Kotor itu Najis

Tidak semua yang haram itu najis. Contohnya, emas haram dipakai oleh kaum lelaki, tapi emas itu tak najis. Dan juga tak semua yang kotor itu najis, misalnya ingus & ludah itu kotor, tapi tak najis.

Pada asalnya, segala sesuatu adalah mubah & suci, oleh karena itu utk menghukumi najis atau tidaknya sesuatu, maka haruslah membawa dalil yang kuat. Maka, tak boleh mengatakan najis utk sesuatu kecuali dgn mengemukakan hujjah. Dan inilah pendapat yang kuat. (Al-Wajiiz, hal. 57 & Ensiklopedi Tarjih, hal. 32)

Baca lanjutan penjelasan tentang najis ini, besok insya Allah.

Artikel muslimah.or.id

sumber: www.muslimah.or.id