Keistimewaan dan Keutamaan ASI dalam Tumbuh Kembang Anak

Penyusun: Ummu Nabiilah
Untaian doa utk ibu yang baru saja menimang buah hatinya turut mengawali sebuah harapan agar sang bayi tumbuh menjadi anak yang kuat & sehat.Salah satu usaha utk membentuk anak yang sehat tentu saja dgn pemberian asupan nutrisi yang tepat. Nutrisi terbaik bagi bayi yang baru lahir adalah ASI (Air Susu Ibu).
Keistimewaan ASI
ASI merupakan susu sekaligus makanan terbaik bagi bayi manusia. Tidak ada satu susu pun, meskipun susu tersebut adalah susu sapi, kambing, atau susu lain yang telah diformulasi dgn berbagai zat gizi, yang mampu melebihi keunggulan komposisi ASI. Komposisi ASI telah disesuaikan dgn kebutuhan masing-masing bayi sejak awal kehidupannya.

Pada hari-1 sampai hari-4, ASI yang keluar merupakan kolostrum yang kaya akan protein yang mampu menjaga daya tahan tubuh. Pada hari-3 sampai kurang lebih hari-10, ASI yang keluar disebut sebagai ASI transisi dimana kadar proteinnya berkurang namun kadar karbohidrat, lemak, serta volumenya pun meningkat. Setelah hari-10, ASI mature yang merupakan susu padat sudah mampu memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi.
Komposisi ASI juga berbeda dari setiap semburan yang keluar. Semburan yang pertama, yang  keluar pada 5-10 menit pertama disebut foremilk. Susu ini lebih encer dgn kadar lemak yang lebih rendah. Semburan berikutnya disebut hindmilk dgn kandungan protein, karbohidrat, & lemak yang lebih lengkap. Semburan pertama memang berkomposisi lebih ringan agar pencernaan bayi lebih siap menerima ASI dgn lemak yang lebih tinggi.
Pemberian ASI kepada bayi secara eksklusif yaitu selama 6 bulan awal kehidupannya kemudian diteruskan hingga 2 tahun bersama makanan pendamping.
ASI memiliki banyak keistimewaan antara lain: Merupakan susu yang paling tepat & lengkap nutrisinya di setiap tahapan pertumbuhan bayi dari hari ke hari. Meski di dlm susu sapi (sebagai contoh susu yang paling banyak diberikan pada bayi & anak-anak) juga terdapat komponen nutrisi yang sama atau (diklaim) lebih banyak daripada ASI, namun komposisi & bentuk senyawa nutrien tersebut tak mampu menyamai kandungan nutrisi dlm ASI.
ASI memiliki lebih dari 200 biofactors system (nutrisi terintegrasi dlm jumlah & perbandingan yang tepat) sehingga dapat menghasilkan nutrisi tumbuh kembang & perlindungan/daya tahan tubuh yang optimal. Sebagai contohnya, kandungan laktosa dlm ASI lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi daripada laktosa yang ada pada susu sapi karena di dalamnya terkandung materi laktase sebagai bahan pembentuk enzim laktase yang berfungsi memecah laktosa menjadi senyawa yang lebih sederhana yang lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi. Apabila laktosa tak dapat dicerna oleh  pencernaan bayi,yang terjadi adalah diare bahkan muntah-muntah yang sering dialami oleh bayi yang mengkonsumsi susu sapi.
ASI mengandung faktor protektif (pelindung) sehingga bayi yang mendapatkan ASI memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik sehingga jarang terkena penyakit.
Tidak ada bayi yang alergi terhadap ASI karena immunoglobulin pada kolostrum selain sebagai antibakteri juga berfungsi utk mencegah terserapnya makromolekul asing yang dapat memicu alergi.
Berdasar penelitian, anak yang mendapatkan ASI umumnya memiliki kecerdasan lebih dibanding anak yang tak diberi ASI eksklusif.
Bagi sang ibu, pemberian ASI dapat mempercepat pengecilan rahim & mencegah terjadinya perdarahan pasca melahirkan melalui mekanisme hormon oksitosin. Selain itu, pemberian ASI mampu mengurangi resiko kanker payudara & kanker ovarium.
Menyusui mampu memperkuat ikatan emosional antara ibu dgn sang bayi. Bayi akan merasa aman & nyaman dlm dekapan ibunya. Hubungan kasih sayang yang kokoh ini dapat memberikan efek positif pada perkembangan psikologi anak.
ASI selalu tersedia, praktis, steril, & selalu dlm suhu yang pas utk diminum.
Tidak perlu ada dana khusus yang disediakan utk “membeli” ASI karena ASI bisa didapatkan gratis dari ibu tak sebagaimana susu formula.

Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Salah satu kunci awal keberhasilan program ASI eksklusif adalah dgn melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD adalah bagian dari proses persalinan normal dimana bayi yang lahir dlm satu jam kehidupannya  langsung ditengkurapkan di atas perut ibunya & dibiarkan mencari sendiri puting ibunya, tanpa bantuan siapapun.
Dengan insting penciumannya, biasanya bayi akan menemukan puting ibunya setelah 30-50 menit. Setelah itu, refleks mengisap yang dimiliki bayi sejak dlm kandungan akan segera difungsikan kembali. Proses IMD masih berlanjut dgn membiarkan sang bayi menyusu minimal setengah jam.
Begitu lahir, tali pusat bayi dipotong & tubuhnya dibersihkan dari kotoran yang menempel.  Tanpa dibedong, bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu dgn kontak langsung antara kulit bayi dgn kulit ibu (skin to skin contact). Ibu & bayi diselimuti bersama-sama. Kondisi ini akan menimbulkan kehangatan & ikatan batin. Tidak perlu khawatir bayi akan kedinginan karena kulit dada ibu yang baru saja melahirkan bersuhu satu derajat lebih hangat daripada ibu yang tak melahirkan. Kalau bayi kedinginan, suhu tubuhnya pun akan naik secara otomatis dua derajat. Begitu bayi merasa kepanasan, suhu kulit ibu pun akan menyesuaikan dgn turun satu derajat.
Pengaturan suhu alami dlm skin to skin contact ketika IMD ini, menurut dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA, IBCLCC, ketua Sentra Laktasi Indonesia, lebih bagus daripada alat inkubator yang biasa digunakan utk menghangatkan bayi. Selanjutnya, bayi dibiarkan mencari sendiri puting ibunya & mengisapnya sedikitnya selama 30 menit. Keluar atau tidaknya ASI pada waktu itu bukanlah suatu masalah. Yang penting adalah memberikan kesempatan bayi utk menjalankan insting mencari sumber makanannya yaitu puting ibunya.
IMD memberikan beberapa manfaat baik bagi ibu maupun bayinya. Manfaat tersebut antara lain:

Bayi mendapatkan zat-zat gizi penting yang terkandung dlm kolostrum sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang rentan menimpanya.
IMD memberikan kesempatan yang lebih besar bagi bayi utk mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan karena sejak awal bayi sudah dikenalkan dgn puting susu ibu sehingga akan terbiasa & lebih mudah mengisap ASI. Teknik mengisap puting yang benar akan melancarkan produksi ASI selanjutnya sehingga kemungkinan ibu memiliki masalah dgn ASI semakin kecil.
Mempercepat penghentian perdarahan sesudah melahirkan pada ibu melalui mekanisme perangsangan kontraksi otot rahim. Oleh karena itu, rahim ibu akan lebih cepat kembali seperti semula.

ASI: Kado Istimewa dari Ibu utk Sang Buah Hati
Setelah pemaparan di atas mengenai ASI, maka dgn niat serta tekad yang kuat utk ‘mencetak’ generasi yang sehat, maka ibu yang mau & mampu memberikan ASI secara eksklusif kepada anaknya, berarti telah memberikan hadiah yang sangat istimewa bagi buah hatinya. Banyak sekali ibu yang dgn rela & senang hati memberikan susu sapi pada anaknya dgn berbagai alasan yang sesungguhnya masih dapat diatasi.
Kalaupun ibu tak mampu memberikan ASI-nya sendiri kepada bayinya karena permasalahan medis (yang sudah ditegakkan diagnosa oleh dokter terutama praktisi laktasi), maka masih ada jalan penyusuan melalui wanita lain (ibu susu). Yang terpenting dlm hal ini, ibu harus memiliki niat utk selalu memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Dan yang susu yang terbaik adalah ASI, bukan susu yang lain.
Sumber:
Buklet Tabloid Nakita, Bayi ASI, Bayi Gold Medal, no. 488/th. X/9 Agustus 2008
Buklet Tabloid Nakita, Indahnya Tahun Pertama, no.522/th. X/30 Maret 2009
Sunardi, dr., 2008, Ayah, Beri Aku ASI, Aqwamedika : Solo
Tabloid Nakita no.464/th.IX/23 Februari 2008

sumber: www.muslimah.or.id