Ketika Belum Dikaruniai Buah Hati: Bersabar, Berdoa, Berusaha dan Tidak Saling Menyalahkan

Manisnya masa-masa awal pernikahan telah ia rasakan, tinggal satu pelengkap kebahagiaan yang belum didapatkannya, yaitu kehadiran sang buah hati. Bulan demi bulan, tahun demi tahun ia & suaminya jalani. Hingga usia pernikahannya memasuki tahun ke-10, Allah belum juga menganugerahkan buah hati pada mereka berdua.

Berbagai upaya telah mereka tempuh, namun apa daya, Sang Penguasa Takdir belum berkenan mengabulkan keinginan mereka. Satu Bentuk Cobaan Mungkin masih banyak pasangan suami istri lain yang bernasib serupa seperti Rindang & suaminya. Bertahun-tahun berkeluarga, namun belum juga dikaruniai momongan.

Sangatlah wajar jika manusia senantiasa menyenangi hal-hal yang indah di dunia ini. Karena sudah menjadi tabiat yang ditanamkan Allah kepada manusia bahwa manusia akan cenderung mencintai harta, anak-anak, & istri. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya,
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, & sawah ladang. Inilah kesenangan hidup di dunia; & di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Qs. Ali-Imran: 14)

Saudariku muslimah, setiap insan di dunia ini tak akan terlepas dari ujian. Dalam surat Al-Baqarah, Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya,
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dgn sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, & buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 155)

Belum mendapatkan momongan meskipun telah lama mengarungi bahtera rumah tangga adalah salah satu bentuk dari berbagai macam bentuk ujian yang Allah berikan pada manusia. Kebanyakan orang mengira, bahwa cobaan hanya datang dlm bentuk kesulitan saja. Mereka tak menyadari bahwa melimpahnya nikmat juga merupakan ujian yang diberikan Allah. Sehingga banyak memang yang dapat melalui cobaan & bersabar ketika mendapatkan kesulitan namun sangat sedikit yang mampu melampaui ujian berupa kenikmatan dunia, hal ini menjadikan manusia lalai saat kesenangan hidup menyapa mereka.

Dalam surat Al-Anbiya ayat 35, Allah Ta’ala berfirman yang artinya,
“…dan sungguh Kami akan menguji kamu dgn keburukan & kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kami, kamu akan kembali.”
Juga firman Allah yang artinya,
“Adapun sebagian manusia apabila diberi ujian oleh Tuhannya yaitu diberi tempat yang mulia & diberi kenikmatan kepadanya, maka ia berkata, ‘Tuhanku telah memuliakan aku’.

Adapun apabila Tuhannya mengujinya dgn membatasi rezekinya, dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinakan aku.’” (Qs. Al-Fajr: 15-16)
Bagimu wahai para orang tua yang belum dikarunia anak, bersabar adalah kunci dlm masalah ini, karena sabar adalah salah satu jalan datangnya pertolongan Allah. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dgn sabar & shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 153)

Hendaknya kita berbaik sangka terhadap takdir Allah. Yakinlah, bahwa segala sesuatu yang telah menjadi keputusan Allah pasti mengandung banyak hikmah meskipun kita tak menyadarinya. Ingatlah saudariku, tinta takdir telah mengering. Setiap manusia telah dituliskan tentang nasibnya lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit & bumi. Rezekipun telah ditetapkan, manusia tak akan meninggal sebelum jatah rizki yang Allah tetapkan baginya habis.

Jangan Lupa Berdoa & Berusaha

Saat seorang mukmin menghadapi kesulitan dlm hidupnya, semestinya ia tak berpangku tangan begitu saja tanpa berusaha. Berikhtiarlah. Ambillah sebab-sebab yang dapat menghilangkan kesulitan tersebut selama ikhtiar tersebut dibolehkan syari’at. Seperti halnya mukjizat Nabi Musa, tidaklah Nabi Musa serta merta dapat membelah lautan, melainkan ia harus mengayunkan tongkatnya terlebih dahulu. Atau seperti kisah Maryam ketika mengandung Nabi ‘Isa, utk mendapatkan makanan (kurma), Allah tak begitu saja menurunkan makanan tersebut dari langit, melainkan Maryam terlebih dahulu harus menggoyang pohon kurma.

Pasangan suami & istri yang belum dikaruniai anak dapat berikhtiar dgn banyak cara, seperti berkonsultasi dgn para ahli, orang yang berpengalaman dlm masalah ini, meminum obat-obatan & ramuan-ramuan, mengkonsumsi makanan-makanan yang dipercaya mampu meningkatkan kesuburan. Memperkaya pengetahuan tentang bagaimana proses terjadinya pembuahan & fungsi alat reproduksipun termasuk hal yang tak ada salahnya utk dicoba. Yang tak boleh dilupa adalah doa, tak selayaknya ditinggalkan.

Seorang muslim tak sepantasnya menyandarkan pada sebab & usaha, karena semua penentu adalah Allah Sang Pencipta alam raya. Bukankah anak keturunan adalah bagian kecil dari alam raya? Giatlah berdoa agar Allah memberikan anugerah-Nya berupa anak yang mampu menyejukkan mata kita. Sebagaimana kisah Nabi Zakaria ‘alaihi salam yang di usia lanjut belum juga mendapatkan keturunan, ia berdoa: “Ia berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah & kepalaku telah ditumbuhi uban, & permohonanku terhadapmu, ya Rabbi, belum pernah tak terkabulkan. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera. Yang akan mewarisi kenabianku & mewarisi kenabian keluarga Ya’qub; & Jadikanlah ia, Ya Tuhanku, seorang yang diridhai.’” (Qs. Maryam: 4-6)

Satu lagi yang perlu diingat, wahai saudariku, termasuk di antara bentuk usaha adalah dgn memperbanyak taubat & beristighfar, sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya, “…beristighfarlah kepada Rabb-mu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kalian beristighfar) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat atas kalian, juga memberi banyak harta & anak keturunan…” (Qs. Nuh: 10-12)

Tidak Saling Menyalahkan Antara Suami Istri

Sebagaimana makhluk hidup yang lain, manusia membutuhkan keturunan utk mewarisi & meneruskan hidupnya. Itulah mengapa anak menjadi dambaan setiap keluarga. Anak bagaikan permata dlm kehidupan mereka. Penyejuk mata ketika keletihan menyapa, menjadi tempat berteduh ketika masa senja mulai tiba.
Sekian lama belum dikarunia anak, tentu akan membuat pasangan suami istri risau & gelisah.

Dalam kasus seperti ini, istrilah yang biasanya merasakan beban paling berat. Apalagi ada pandangan bahwa penyebab semua itu adalah dari pihak istri. Ia yang mandul & tak bisa melahirkan keturunan. Padahal bukanlah seperti itu. Bukanlah salah istri, karena setiap takdir Allah-lah yang telah menggariskannya. Lagipula, tak selalu istri yang menjadi penyebabnya, pihak suami sering pula menjadi sebab belum dikaruniainya anak.
Oleh karena itu, tak saling menyalahkan adalah jalan terbaik dlm menghadapi ujian ini. Hendaknya pasangan suami & istri yang belum dikaruniai buah hati saling memberikan dukungan & nasehat. Saling menasehati utk bersabar atas takdir yang diberikan Allah. Dengan sikap seperti ini, diharapkan suami & istri dapat saling menguatkan di tengah badai ujian Allah.

Bersabar

Jika sudah gigih berdoa & berikhtiar dgn berbagai cara namun belum juga mendapatkan keturunan? Maka langkah selanjutnya adalah senantiasa bersabar atas takdir Allah. Yakinlah bahwa Allah telah memilihkan yang terbaik utk kita. Jangan lupa berdoa seperti doa yang telah dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita. Dalam sebuah hadits shahih diceritakan:
Diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‘Tidak seorang hambapun yang tertimpa musibah lalu ia mengatakan,
إِنَّا لِلّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ اللّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا “Sesungguhnya kami milik Allah, & sesungguhnya hanya kepada-Nya kami kembali. Wahai Allah, berikanlah kami pahala dari musibah ini & berilah ganti yang lebih baik darinya.”
Kecuali Allah akan memberikan ganjaran pahala karena musibah yang menimpanya & memberikan ganti yang lebih baik.’

Ummu Salamah berkata, “Ketika Abu Salamah wafat, aku membacanya sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Allah memberikan ganti yang lebih baik dari Abu Salamah, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)

Saudariku, engkau tak sendirian. Nabi Ibrahim & Nabi Zakaria pun bernasib serupa, mereka dikaruniai keturunan oleh Allah ketika usia mereka telah lanjut. Juga Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, orang yang paling dicintai Rasulullah, bukankah beliaupun tak memiliki keturunan? Wahai muslimah, hendaknya kita mencontoh kesabaran mereka.
Dengan doa & kesabaran tersebut, semoga kita mampu bertawakal kepada Allah. Selanjutnya dgn begitu, Allah berkenan menganugerahkan kepada kita kesabaran & rasa syukur.

Kita mampu menjadi orang yang bersyukur ketika dikaruniai anak, sementara ketika masih sulit mendapat anak, kita tetap bersabar & tak berprasangka buruk kepada Maha Pencipta, termasuk juga ketika mendapatkan anak yang tak sesuai dgn harapan kita. Waallahu a’lam. Maraji’: Bekal Menanti Si Buah Hati, Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi, Media Tarbiyah
Majalah Nikah Vol. 3 No. 11: Artikel www.muslimah.or.id sumber: www.muslimah.or.id. Penyusun: Ummu Nafisah
Muroja’ah:Ustadz Jamaluddin, Lc.