Memberi Makan Orang Yang Puasa Alaihi Wasallam

Bersemangatlah wahai saudariku _mudah-mudahan Allah Ta’ala memberkatimu & memberi taufik kepadamu utk mengamalkan kebajikan & taqwa- utk memberi makan orang yang puasa karena pahalanya besar & kebaikannya banyak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
“ Barang siapa yang memberi buka orang yang puasa mka dia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tampa mengurangi pahalanya sedikitpun.”
(HR. Ahmad dlm Musnadnya, Tirmidzi dlm Jami’nya, Ibnu Majah dlm Sunannya, & Ibnu Hiban dlm Shahihnya, & dishahihkan oleh Tirmidzi)
Orang yang puasa hendaknya memenuhi undangan makan saudaranya, karena barang siapa yang tak menghadiri undangan berarti telah durhaka kepada Abul Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia harus berkeyakinan bahwa Allah Ta’ala tak akan menyia-nyiakan sedikitpun amal kebaikannya, tak akan dikurangi pahalanya sedikitpun.
Orang yang diundang disunnahkan mendo’akan yang mengundang setelah selesai makan dgn do’a-do’a dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya
أَكَلَ طَعَامَكُمْ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ المَلاَئِكَةُ وَأَفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُوْن
“Telah makan makanan kalian orang-orang baik, & para malaikat bershalawat (mendo’akan kebaikan) atas kalian, & orang-orang yang berpuasa telah berbuka disisi kalian.” (HR. Abi Syaibah dlm Mushonnaf 3/100, Ahmad dlam Musnadnya 3/118, Nasa’i dlm ‘Amalul Yaum:268, Ibnu Sunni dlm Amal Yaum:129, Abdurrazaq dlm Mushannaf 4/311 & sanadnya shahih)
اللّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِي
“Ya Allah, berilah makan orang yang memberi ku makan, berilah minum orang yang memberiku minum” (HR. Muslim dlm Shahihnya 2055 dari Miqdad)
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَبَارِكْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ
“Ya Allah, ampunilah mereka & rahmatilah, berilah barokah pada seluruh rejeki yang Engkau berikan.” (HR. Muslim dlm Shahihnya 2042 dari Abdullah bin Busrin)
***
muslimah.or.id
diambil dari buku Panduan Dan Koreksi Amal Ibadah Di Bulan Ramadhan karya Arif Fathul Ulum bn Ahmad Saifullah, Majelis Ilmu
sumber: www.muslimah.or.id