Menikahi Wanita Yang Kurang Cantik Dengan Niat Ibadah Lanjut Usia

Pertanyaan:
Saya seorang yang sudah menikah & usiaku 35 tahun. Saya ingin menikah lagi dgn seorang wanita berusia 40 tahun, kurang cantik. Karena saya mengira bisa mendapatkan pahala dgn menikahinya, karena dia seorang janda. Saya menikahinya ikhlas di jalan Allah, agar memenuhi kebutuhan muslimah yang menjaga kesuciannya. Apakah sikap saya dibenarkan?
Jawab:
Alhamdulillah, was shalatu was salamu ‘alaa Rasulillah, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi, amma ba’du:
Jika anda mampu menikah lagi & sanggup bersikap adil terhadap istri-istri anda maka tak ada masalah bagi anda utk menikahinya. Kemudian keinginan anda utk menikahi wanita yang sudah tua, kurang cantik, dlm rangka mewujudkan keinginannya & memenuhi kebutuhannya maka tindakan anda dgn niat semacam ini akan mendapatkan pahala yang besar, insyaaAllah. Sikap anda memilih wanita tersebut termasuk salah satu bentuk zuhud yang terpuji.
Abu Thalib al-Makki mengatakan:
“Sanggup mencintai wanita yang agak kurang dari sisi fisik, wajah tak cantik, & sudah lanjut usia, termasuk salah satu bentuk zuhud.”
Abu Sulaiman pernah mengatakan:
“Zuhud ada pada semua aspek. Termasuk sikap seorang lelaki yang menikahi wanita tua atau yang penampilannya tak menarik, dlm rangka zuhud terhadap dunia.”
Malik bin Dinar mengatakan:
“Tidak dilarang bagi kalian utk menikahi wanita yatim. Dia akan mendapatkan pahala ketika dia memberi makan & pakaian kepadanya. Dia wanita yang ringan belanjanya, rela dgn harta yang sedikit. Dari pada menikahi wanita putri orang kaya – wanita yang merasakan kemegahan dunia – maka dia menjadi beban suami, karena ingin mendapatkan semua yang dia inginkan. Dia meminta pakaian model ini, belikan selimut sutera, sehingga rontok sudah agamanya.”
Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah, lebih memilih wanita yang buta sebelah, dari pada saudari wanita ini yang sehat & cantik. Ketika beliau ditawari, Imam Ahmad betanya: “Siapa yang lebih pandai?” Dijawab: Yang buta. Kemudian Imam Ahmad mengatakan: “Nikahkan aku dengannya.” Dan terkadang, menikahi wanita yang rendah (bukan anak orang penting), ada yang cacat fisiknya, dlm rangka menyenangkan hatinya, karena wanita semacam ini tak dicintai, termasuk ibadah bagi hati, dlm berinteraksi dgn orang yang dicintai.
Allahu a’lam
***
muslimah.or.id
sumber:
www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=158089
diterjemahkan oleh Ustadz Ammi Nur Baits
sumber: www.muslimah.or.id