Meningkatkan Ketaatan Wanita Muslimah Selama Bulan Ramadhan

Hal-Hal yang Dapat Mendukung Wanita utk Mencapai Ketaatan Selama Bulan Ramadhan
Syaikh Shalih al-Fauzan pernah ditanya: “Hal-hal apa sajakah yang dapat mendukung wanita utk mencapai ketaatan kepada Allah selama bulan Ramadhan?”
Asy-Syaikh menjawab: “Hal-hal yang mendukung seorang Muslim, baik pria maupun wanita utk melakukan ketaatan kepada Allah di bulan Ramadhan adalah:

Takut kepada Allah yang disertai keyakinan bahwa Allah ta’ala senantiasa mengawasi hamba-Nya dlm seluruh perbuatannya, ucapannya & niatnya, & bahwa semua perbuatan itu akan mendapat balasan. Jika seorang muslim telah memiliki perasaan ini maka ia akan menyibukkan dirinya dgn segala macam ketaatan kepada Allah & bersegera utk bertaubat dari segala macam maksiat.
Memperbanyak dzikir kepada Allah ta’ala & membaca al-Qur’an, karena dgn demikian hatinya akan menjadi lunak, sebagaimana firman Allah ta’ala,

“(yaitu) orang-orang yang beriman & hati mereka menjadi tentram dgn mengingat Allah. Ingatlah, hanya dgn mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (Qs. Ar-Ra’d: 28)
Dan firman-Nya,
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka.” (Qs. Al-Anfaal: 2)

Menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat menyebabkan hati menjadi keras & menjauhkan dirinya dari Allah ta’ala, yaitu seluruh perbuatan maksiat, bergaul dgn teman-teman yang kurang baik, memakan makanan yang haram, lalai dlm mengingat Allah ta’ala & banyak menyaksikan acara-acara yang merusak.
Hendaknya para wanita tetap tinggal di dlm rumahnya & tak keluar dari rumahnya kecuali utk suatu keperluan yang mendesak & segera kembali ke rumahnya apabila keperluannya tersebut telah terpenuhi.
Tidur pada malam hari & menghindari begadang, karena yang demikian itu akan membantunya utk bangun & beribadah pada penghujung malam. Hendaknya mengurangi waktu tidur di siang hari sehingga dapat melakukan shalat lima waktu tepat pada waktunya serta dapat memanfaatkan waktu senggangnya utk ketaatan.
Menjaga lidahnya dari ghibah (menggunjing atau membicarakan aib orang lain), mengadu domba (menebarkan provokasi), qauluz zuur (berkata dusta) & mengumbar perkataan haram & tak bermanfaat lainnya, sebagai penggantinya hendaklah dia menyibukkan dirinya dgn berdzikir.” [Lihat Fatwa-Fatwa Tentang Wanita (I/278-279)]

Itulah beberapa masalah yang kerap ditemui oleh kaum wanita selama bulan Ramadhan. Semoga solusi yang disajikan dapat menambah khazanah keilmuan kita & dapat memberi manfaat kepada yang membutuhkan.
Wallahu a’lam wal musta’an.

artikel muslimah.or.id (Bagian ke 5 dari pembahasan: Problema Muslimah di Bulan Ramadhan)
Penyusun: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly bintu Muhammad
Lihat
pembahasan bagian 1: Belum Mengqadha Hutang Puasa Hingga Datang Ramadhan Berikutnya
pembahasan bagian 2: Wanita Mengkonsumsi Obat Pencegah Haidh Agar Dapat Berpuasa Sebulan Penuh
pembahasan bagian 3: Wanita Ingin Mengulang Hafalan al-Qur’annya Pada Bulan Ramadhan Sementara Dia Sedang Haidh/Nifas
pembahasan bagian 4: Manakah yang Lebih Afdhal Bagi Wanita yang Melakukan Safar Pada Bulan Ramadhan, Berbuka atau Tetap Puasa
pembahasan bagian 5: Hal-Hal yang Dapat Mendukung Wanita utk Mencapai Ketaatan Selama Bulan Ramadhan
Maraji’:
Al-Adzkar an-Nawawi, Imam an-Nawawi; takhrij, tahqiq & ta’liq oleh Syaikh Amir bin Ali Yasin, cet. Daar Ibn Khuzaimah
Ahkaamul Janaaiz wa Bida’uha, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, cet. Maktabah al-Ma’arif
Ensiklopedi Adab Islam Menurut al-Qur’an & as-Sunnah, ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada, cet. Pustaka Imam asy-Syafi’i
Ensiklopedi Fiqh Wanita, Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, cet. Pustaka Ibnu Katsir
Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Lajnah ad-Daimah lil Ifta’, cet. Darul Haq
Meneladani Shaum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali & Syaikh ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali al-Halabi al-Atsari, cet. Pustaka Imam asy-Syafi’i
Syarah Riyadhush Shalihin, Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, cet. Pustaka Imam asy-Syafi’i
Tamamul Minnah fii Ta’liq ‘ala Fiqhis Sunnah, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, cet. Daar ar-Raayah
Tiga Hukum Perempuan Haidh & Junub, Abdul Hakim bin Amir Abdat, cet. Darul Qolam
sumber: www.muslimah.or.id