Pembagian Sihir Menurut Ar-Razi rahimahullah Guna Guna

Abu ‘Abdillah Ar-Razi mengungkapkan bahwa macam-macam sihir itu ada delapan, yaitu:

Sihir orang-orang Kildan & Kisydan yang mereka adalah para penyembah tujuh bintang.
Sihir orang-orang yang suka berilusi & mempunyai jiwa yang kuat.
Meminta bantuan kepada para jin yang bersemayam di bumi. Mereka ini terbagi menjadi dua bagian: jin mukmin & jin kafir, yang tak lain mereka (jin kafir tersebut –ed) adalah setan.
Ilusi, hipnotis, & sulap.
Berbagai tindakan menakjubkan yang muncul dari hasil penyusunan alat-alat secara seimbang & sesuai dgn ilmu rancang bangun, misalnya seorang (patung –ed) penunggang kuda yang memegang terompet, setiap berlalu satu jam, maka terompet itu akan berbunyi tanpa ada yang menyentuhnya. (Mengenai hal ini, Wahid bin ‘Abdissalam bin Baali memberi keterangan, “Berkenaan dgn hal tersebut perlu saya (penulis) katakan, ‘Sekarang ini, hal-hal tersebut sudah sangat biasa, apalagi setelah terjadi kemajuan ilmu pengetahuan yang menjadi sebab ditemukannya berbagai hal yang menakjubkan’”).
Memakai bantuan dgn obat-obatan khusus, yakni yang terdapat pada makanan & minyak.
Ketergantungan hati.
Usaha melakukan pergunjingan & pendekatan diri dgn cara terselubung & nyaris tak terlihat. Dan hal ini sudah tersebar luas di kalangan masyarakat. (Tafsir Ar-Razi [II/231])

Ibnu Katsir mengatakan, “Ar-Razi telah memasukkan berbagai hal yang telah disebutkan sebagai bagian dari sihir karena terlalu halus utk dilihat oleh pandangan mata, sebab menurut bahasa Arab, sihir adalah berarti sesuatu yang halus & sebabnya tersembunyi.” (Tafsir Ibnu Katsir [I/147])
Diringkas dari buku Sihir & Guna-Guna, karya Wahid bin ‘Abdissalam bin Baali (hlm. 51—53), penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Bogor
***
Artikel muslimah.or.id
sumber: www.muslimah.or.id