Pengajar & Pendidik Idaman dan Teladan

b. Ruang Lingkup Pengajaran
1. Aqidah

Menumbuhkan dlm diri anak-anak tentang pengagungan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala , mencintai-Nya & mentauhidkan-Nya, & peringatkanlah mereka tentang kesalahan aqidah yang mereka lihat serta peringatkanlah mereka agar tak terjatuh ke dalamnya.
Mengajarkan pokok-pokok ajaran tentang rukun iman & rukun islam.
Menanamkan muraqabah pada diri anak, dgn memperdalam pelajaran iman, islam, & ihsan.

2. Ibadah>

Memperhatikan dgn benar tentang shalat wajib & shalat nafilah (shalat sunnah). Shalat adalah kewajiban yang sangat agung & inti yang kedua dari kewajiban agama. Shalat pun merupakan amalan yang pertama kali dihisab. Maka berikanlah pendidikan pada anak agar tahu penting & agungnya kedudukan shalat.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,“Ajarkanlah shalat pada anak kalian pada usia tujuh tahun, pukullah mereka jika mereka enggan pada usia sepuluh tahun, pisahkan antara tempat tidur anak laki-laki & perempuan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud & lainnya)
Mengajarkan fiqh praktis sehari-hari, seperti tata cara wudhu & shalat.
Membiasakan anak dgn dzikir & do’a yang bersumber dari Qur’an & Hadits.

3. Akhlaq

Membiasakan dgn etiket umum yang harus dilakukan dlm pergaulannya sehari-hari.
Menumbuhkan sifat kejantanan dlm diri anak laki-laki & sifat malu lagi menjaga kesucian dlm diri anak perempuan.
Mempraktekkan adab-adab yang telah dipelajari.
Memberikan suri tauladan akhlaq Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam & As Salaf Ash Shalih radhiyallahu ‘anhum ajma’in.
Menjaga hak milik yang khusus & bagian-bagian pribadi di antara anak-anak, serta bersikaplah adil terhadap mereka dlm pergaulan & pemberian serta perhatian dlm pendidikan mereka.

4. Al-Qur’an & Al-Hadits
Pengajaran Al-Qur’an
Al Qur’an adalah jalan lurus yang tak mengandung suatu kebatilan apapun. Maka amat baik jika anak dibiasakan membaca Al-Qur’an dgn benar, diajar mengenai asbab an nuzul (sebab-sebab turunnya ayat, ed) & tafsir Al-Qur’an, & diupayakan semaksimal mungkin agar menghafal Al-Qur’an.
Menghafal Al-Qur’an juga memperkuat penguasaan bahasa Arab & membiasakan anak dgn susunan bahasa Al-Qur’an, serta membuat anak memiliki pedoman beragama. Para orang tua harus memperhatikan bahwa jangan sampai anak hanya hafal tanpa mengetahui makna ayat yang dihafal. Untuk itulah orang tua hendaknya menerangkan makna & kandungan ayat sesuai dgn tingkat pemahaman anak, sehingga anak tak sekadar menghafal tanpa tahu makna & kandungannya. Banyak sekali metode yang dapat dilakukan orangtua agar anak cinta Al-Qur’an. Di antara metodenya adalah: menceritakan kisah-kisah dlm Al-Qur’an, memutar murattal versi anak, mengadakan perlombaan yang berhubungan dgn Al-Qur’an, membuat permainan atau kuis yang berhubungan dgn Al-Qur’an dsb.
Pengajaran Al-Hadits

Memberikan motivasi pada anak agar menghafal hadits dgn berbagai metode yang ada.
Menceritakan sirah nabawiyyah & mutiara kisah As-Salaf Ash-Shalih yang terdapat pada Hadits.
Menceritakan kisah-kisah dari hadits yang mengandung hikmah.

5. Kejiwaan & kepribadian

Menekankan pentingnya ikhlas dlm niat & perbuatan
Memotivasi anak agar mencapai cita-cita mulia & tinggi utk masuk ke surga Al-Firdaus Al A’la & bertemu wajah Allah  di surga.
Membentuk sisi sosial anak.
Melatih mental anak utk selalu percaya diri & bertanggung jawab. Anak-anak sekarang ini adalah pemimpin hari esok, sehingga harus dipersiapkan & dilatih mengemban tanggung jawab & melaksanakan tugas yang nantinya akan mereka lakukan.Hal itu bisa terwujud melalui pembinaan rasa percaya diri, penghargaan jati dirinya, pemberian kesempatan kepada anak utk menyampaikan yang terbetik dlm pikirannya, & dorongan agar mengerjakan urusannya sendiri. Anak juga harus dibiasakan mengerjakan tugas rumah tangga yang sesuai untuknya. Misalnya, disuruh utk membeli beberapa keperluan rumah dari warung terdekat; anak perempuan diberi tugas mencuci piring & gelas atau mengasuh adik. Pemberian tugas kepada anak dilakukan secara bertahap sehingga mereka terbiasa mengemban tanggung jawab & melaksanakan tugas yang sesuai bagi mereka.Termasuk pemberian tanggung jawab kepada anak, ia harus menanggung resiko perbuatan yang dilakukannya. Maka ajarkanlah kepada anak bahwa ia harus bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya serta dituntut utk memperbaiki apa yang telah dirusaknya & meminta maaf atas kesalahannya.
Menceritakan masa kegemilangan & kejayaan Islam.
Menumbuhkan sifat kejantanan dlm diri anak laki-laki & sifat malu lagi menjaga kesucian dlm diri anak perempuan.
Membuka forum diskusi & musyawarah dgn anak. Dengan adanya pembiasaan musyawarah & diskusi, anak dilatih utk ikut berpikir kritis terhadap masalah yang ada, bijaksana dlm mengambil keputusan, serta mencari solusi yang paling baik dlm penyelesaian masalah.
Mengembangkan nilai estetika pada anak.
Anak perlu dilatih mengembangkan apresiasi estetika yang mencakup keindahan, kerapihan, & kebersihan. Untuk itulah anak perlu dibiasakan membersihkan kamar, merapikan barang-barangnya sendiri, & mengeksplorasi kreativitas seni yang dimiliki.
Memilihkan teman yang baik bagi anak
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Seseorang sesuai dgn agama teman dekatnya maka hendaklah seseorang memperhatikan siapa teman dekatnya.” (HR. Ahmad & At-Tirmidzi (Beliau menghasankannya), Al-Hakim (Beliau menshahihkannya & disepakati oleh Imam Adz-Dzahabi).

6. Kecerdasan

Mengembangkan kecerdasan bahasa, baik bahasa lokal maupun asing, terutama bahasa Arab.
Melatih perkembangan logika anak
Memotivasi gemar membaca & cinta terhadap ilmu.
Membekali anak dgn kemampuan kognitif yang baik.
Menemukan titik keunggulan anak & mengembangkannya sesuai potensi bakat & minat yang dimiliki.

Allah subhanahu wa ta’ala memberi anugrah potensi yang berbeda pada tiap individu. Hal ini menyebabkan beragamnya keunikan & keunggulan pada tiap manusia. Berikut akan sedikit dipaparkan bentuk-bentuk keunggulan multidimensi, agar memudahkan klasifikasi bakat keistimewaan yang dimiliki sang anak.

Keistimewaan dlm aspek ibadah
Kemampuan istimewa melaksanakan aspek-aspek ibadah (memiliki kemampuan di atas rata-rata dlm memahami ruh ibadah, melaksanakannya dgn pemahaman yang baik, & merasakan segi positifnya).
Keistimewaan dlm aspek akhlaq
Kemampuan yang istimewa utk berlaku dgn akhlak yang baik & mulia.
Kecerdasan antarpersonal
Kecerdasan utk mampu memahami & menanggapi oranglain, baik dari segi suasana hati; temperamen; motivasi, & hasrat orang lain.
Kecerdasan interpersonal
Kecerdasan utk mengelola perkembangan dirinya sendiri (kemampuan korelatif tetapi terarah ke dlm diri sendiri)
Kecerdasan olah tubuh/kinestetik
Kecerdasan dlm penguasaan fisik & gerak motorik.
Kecerdasan linguistik (bahasa & sastra).
Kecerdasan dlm berbahasa & berkomunikasi secara verbal.
Kecerdasan logis matematis.
Kecerdasan utk memahami ilmu-ilmu rasional & pasti.
Kecerdasan dlm apresiasi seni & estetika.
Kecerdasan utk memiliki kepekaan khusus dlm mengembangkan sense estetika & jiwa seni.
Kecerdasan visual spasial.
Kecerdasan utk peka terhadap ilmu bangun ruang & warna.
Kecerdasan naturalis.
Kecerdasan utk memiliki kepekaan terhadap lingkungan alami (suasana alam & bahan-bahan alami)

7. Fisik & kesehatan

Membiasakan melakukan senam badan yang ringan
Mengadakan permainan olahraga
Membekali anak dgn physic motoric life skill.
Mempraktekkan ruqyah syar’iyyah sebelum tidur & ketika sakit.
Memperhatikan gizi makanan & kesehatan anak.

***
Artikel Muslimah.or.id
Penulis: Fatihdaya Khoirani
Murajaah: Ust Abu Rumaysho Muhammad Abduh
Rujukan:

Goleman, Daniel. 2000. Emotional Intelligence. Cetakan ke-10. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Ats Tsuwaini, Dr. Muhammad Fahd. 2007. Mengantar Orangtua ke Surga. Cetakan Pertama. Daar An Naba’. Surakarta.
Ahmad Sulaiman, Abu Amr. 2006. Pendidikan Anak Muslim Usia Prasekolah. Cetakan ke-7. Daarul Haaq. Jakarta.
Istadi, Irawati. 2007. 30 Cara Kreatif Belajar Asyik Gembira. Cetakan Pertama. Pustaka Inti. Bekasi.
Al Asymuni, Ummi Mahmud. 2006. Etika Menjadi Ibu Guru. Cetakan Pertama. Pustaka Elba. Surabaya.
Abdul Mu’thi, Abdulloh Muhammad. 2008. Be A Genius Teacher. Cetakan Pertama. Pustaka Elba. Surabaya.
sumber: www.muslimah.or.id