Sehat dan Berstamina Saat Puasa (2) Fungsi Ginjal

4. Jika seseorang dgn penyakit tertentu ingin berpuasa
Pada dasarnya, selama penyakit yang diderita bukan penyakit komplikasi & infeksi berat, seseorang tetap boleh berpuasa. Tentu saja dgn catatan penyakitnya terkontrol, tetap minum obat, serta rutin memeriksakan diri ke dokter.
Berikut ini, kami sampaikan 3 penyakit yang masih bisa tetap berpuasa dgn beberapa catatan:

a. Pada penderita sakit maag, puasa tetap diperbolehkan. Gejala yang sering dikeluhkan penderita maag antara lain rasa tak nyaman di ulu hati, mual, muntah, kembung, rasa panas di ulu hati, cepat kenyang, & mulut pahit. Serangan dapat datang tiba-tiba & hilang timbul.
Penyakit maag atau dispepsia digolongkan dlm 2 kelompok, yaitu organik & fungsional. Dikatakan organik bila pada endoskopi ditemukan kelainan di kerongkongan, lambung, & usus 12 jari. Fungsional, bila pada endoskopi tak ditemukan kelainan.
Puasa pada dispepsia fungsional dapat meringankan bahkan menyembuhkan penyakit maag-nya. Memang pada hari-hari awal puasa terasa tak nyaman. Seiring dgn berjalannya waktu, pola makan yang cukup & teratur justru membuat kondisi kesehatan penderita maag semakin membaik, biidznillah (dengan seizin Allah).
Sedangkan puasa pada penderita dispepsia organik harus dilihat penyebabnya. Bila ada polip atau tumor, ulkus/luka, perdarahan, nyeri hebat, maka tak diperbolehkan puasa. Pada penderita penyakit maag, sangat dianjurkan utk makan sahur, karena sangat bermanfaat sebagai persiapan puasa. Pada saat berbuka, penderita dianjurkan makan & minum yang manis terlebih dulu. Jangan makan dlm porsi besar, kurangi makanan berlemak & makanan yang merangsang seperti asam atau pedas. Hindari makanan yang banyak mengandung gas seperti buncis, kubis, sawi putih, brokoli, bawang, & telur. Hindari minuman soda, alkohol, & kopi.
b. Pada penderita dgn penyakit ginjal, puasa diperbolehkan bila fungsi ginjal masih baik yaitu derajat 1 & 2 (60-90% ginjal berfungsi). Penderita dgn fungsi ginjal derajat 3 & 4 (15-60% ginjal berfungsi) tak dianjurkan puasa. Sedangkan penderita yang menjalani hemodialisis/cuci darah (derajat 5) tak diperbolehkan.
Sangat dianjurkan bagi penderita penyakit ginjal yang berpuasa utk minum air putih yang cukup agar tak terjadi dehidrasi. Namun demikian, jangan sampai konsumsi cairan berlebih karena bisa menyebabkan sesak napas. Selain itu, kandungan protein pada makanan harus dikurangi agar tak memperberat kerja ginjal. Dan jangan lupa, tetap rutin mengonsumsi obat yang diresepkan dokter serta memeriksakan diri sesuai jadwal yang ditetapkan.
c. Untuk penderita kencing manis (Diabetes Mellitus/DM), puasa diperbolehkan bila kadar gula darahnya terkendali.
Selain itu, puasa juga boleh dilakukan oleh :

Penderita DM tipe-1 (diabetes karena kurangnya produksi insulin) yang stabil atau terkendali dgn perencanaan makan & olah raga
Penderita DM tipe-2 (diabetes akibat kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin) dgn berat badan lebih serta kontrol yang baik & pengawasan glukosa darah secara ketat
Penderita DM yang mendapat suntikan insulin satu kali per hari.

Sedangkan yang tak dianjurkan puasa antara lain :

Penderita DM dgn kadar gula yang tinggi sekali atau tak stabil
Penderita DM yang tak mengikuti diet, pemakaian obat & pengaturan aktivitas
Penderita DM tipe 1 yang tak stabil
Penderita tipe-1 & tipe-2 dgn kontrol yang buruk
Penderita DM yang disertai komplikasi jantung, ginjal & hati (karena kekurangan cairan dapat semakin membahayakan kerja organ-organ penting tersebut)
Penderita DM yang mendapatkan suntikan insulin dua kali sehari atau lebih
Penderita DM dgn komplikasi serius
Penderita DM dgn riwayat ketoasidosis
Penderita DM yang sedang hamil
Penderita DM yang sedang mengalami infeksi
Penderita DM dgn usia tua dgn masalah kesadaran
Penderita DM yang mengalami dua kali atau lebih episode hipoglikemia selama berpuasa di bulan Ramadhan.

Penderita DM disarankan supaya memantau kadar glukosa darah dgn ketat & belajar mengenali gejala hipoglikemia & dehidrasi sejak dini. Hipoglikemi adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah rendah karena tak ada keseimbangan antara makanan yang dimakan, latihan jasmani, & obat yang digunakan. Gejala hipoglikemi antara lain berkeringat dingin, gemetar, pusing, lemas, mata berkunang-kunang, & rasa perih di ulu hati seperti orang kelaparan. Bila mengalami gejala seperti ini, hendaknya segera minum segelas teh manis atau sirup & segera periksa ke dokter. Jika glukosa darah kurang dari 63 mg/dl sebaiknya segera berbuka.
Penderita DM sangat dianjurkan mengakhirkan waktu makan sahur serta menghindari makanan manis. Penderita DM dapat berbuka dgn makanan & minuman yang menggunakan gula rendah kalori. Penderita sebaiknya mengkonsumsi karbohidrat tinggi serat seperti sereal atau roti gandum. Hendaknya tetap rutin mengonsumsi obat supaya kadar gula darahnya terkontrol, & konsultasikan dgn dokter mengenai jadwal pemberian obat & dosisnya.
TIPS SEHAT SELAMA MENJALANKAN IBADAH PUASA
Usahakan selalu bangun utk makan sahur.
Sahur sangat penting utk mendukung kelancaran ibadah puasa, karena makanan yang kita santap pada saat sahur akan menjadi cadangan energi selama kita berpuasa. Oleh karena itu, usahakan utk tak meninggalkan sahur ketika akan berpuasa karena terdapat berkah dlm makan sahur. Seperti yang terdapat dlm hadits dari Anas Ibnu Malik, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dlm makan sahur itu ada berkahnya.” (Muttafaq ‘Alaih)
1. Jangan terlalu kenyang saat sahur
Banyak orang yang makan sebanyak-banyaknya ketika sahur dgn tujuan supaya kuat berpuasa. Padahal, terlalu banyak makan ketika sahur justru tak baik karena akan menyebabkan melonjaknya kadar gula dlm darah serta merangsang keluarnya hormon insulin secara berlebihan. Hormon insulin ini akan mengangkut gula darah ke seluruh jaringan tubuh guna diubah menjadi glikogen atau lemak. Apabila kita makan terlalu banyak, maka glikogen & lemak yang dihasilkan juga berlebihan. Padahal, lemak yang berlebihan sukar diuraikan menjadi gula darah kembali. Akibatnya, seseorang yang makan berlebihan saat sahur tak bertambah segar, tapi justru semakin merasa lemas & lesu.
2. Perbanyak konsumsi makanan berserat
Serat sangat baik utk pencernaan & memperlancar buang air besar. Selain itu, makanan berserat akan memperlancar proses pengeluaran racun dari dlm tubuh serta dapat mengurangi konsentrasi radikal bebas dlm tubuh, hingga sel-sel tubuh menjadi lebih segar & elastis.
3. Usahakan kebutuhan cairan tercukupi
Usahakan tetap mengkonsumsi air 8 gelas setiap harinya, caranya antara lain dgn meminum sekitar 2 gelas saat buka puasa, lalu setelah tarawih hingga menjelang tidur, minum lagi sebanyak 3-4 gelas. Sedangkan pada saat sahur bisa minum sebanyak 2 gelas lagi. Minum air tak selalu berarti air putih saja, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dlm jumlah air yang kita konsumsi.
4. Segerakan berbuka ketika waktunya telah tiba
Hendaknya kita menyegerakan berbuka, seperti yang terdapat dlm salah satu hadits dari Sahal Ibnu Sa’ad, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
“Orang-orang akan tetap dlm kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (Muttafaq ‘Alaih)
Syari’at Islam yang sempurna telah mengajarkan pada kita supaya tak memberat-beratkan diri dgn menunda berbuka puasa padahal waktunya telah tiba karena hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan terutama pada organ lambung.
5. Jangan berlebihan saat menyantap hidangan berbuka puasa
Ajaran Islam menganjurkan utk tak berlebihan dlm masalah makan & minum, karena akan berakibat kurang baik bagi kesehatan kita. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada ‘bejana’ yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah seseorang itu mengonsumsi beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalau terpaksa, maka ia bisa mengisi sepertiga perutnya dgn makanan, sepertiga utk minuman, & sepertiga sisanya utk nafasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 3349 & dinilai shahih oleh al-Albani dlm shahih sunan Ibnu Majah no. 2720-red)
Dengan demikian, bisa kita pahami bahwasanya makan berlebihan tak dianjurkan dlm Islam karena bisa menimbulkan berbagai macam akibat yang tak baik bagi tubuh kita.
Pada saat berbuka puasa sebaiknya tak langsung makan & minum terlampau banyak. Berbuka puasa dgn makanan berat dlm jumlah banyak justru memberatkan kerja lambung yang sudah dibiarkan beristirahat sekitar 12 jam. Jangan sampai menjadikan waktu berbuka puasa sebagai ajang “balas dendam” setelah seharian menahan lapar & haus. Setelah kadar gula darah berangsur-angsur kembali normal, lakukan shalat maghrib. Selang setengah jam kemudian, makanlah  menu lengkap secukupnya. Setelah shalat tarawih, boleh makan lagi jika masih lapar.
6. Pilih menu yang sehat utk sahur & berbuka
Bagi para ibu rumah tangga, menyajikan menu berbuka bagi keluarga tentu sangat menyenangkan. Dan alangkah lebih bijaksana jika para ibu menyiapkan menu yang sehat & bergizi utk menunjang kelancaran ibadah puasa seluruh anggota keluarga. Dengan memasak sendiri insya Allah lebih terjamin kebersihan & kesehatannya. Namun, jika memang hendak membeli makanan matang, perhatikan kebersihan & juga komposisi makanan atau minumannya. Pilih warung makan yang terjamin kebersihan & kehalalannya. Selain itu, hindari makanan atau minuman yang mengandung zat pengawet, pewarna, & pemanis buatan.
7. Jangan sembarangan mengkonsumsi vitamin
Setiap orang tentu menginginkan bisa tetap aktif saat puasa & tetap fit sepanjang hari. Dengan alasan itu, muncul kecenderungan utk mengkonsumsi suplemen vitamin. Namun ada yang perlu diingat, vitamin bukanlah sebagai makanan pengganti (subtitusi). Yang penting kita harus makan makanan sehat & bergizi sehingga kebutuhan akan vitamin tercukupi lewat makanan yang bervariasi. Hendaknya kita tak meminum vitamin sembarangan tapi konsultasikan dulu pada dokter.
8. Tetap berolahraga selama puasa
Kondisi fisik seseorang yang sedang berpuasa memang cenderung lemas karena menahan lapar & haus. Namun demikian, bukan berarti tak boleh berolahraga. Seperti yang kita ketahui, olahraga penting guna menjaga kebugaran & vitalitas tubuh. Terlebih lagi bagi orang-orang tertentu dgn gangguan kesehatan seperti pada penderita penyakit jantung & diabetes mellitus (kencing manis), dimana olah raga sudah menjadi kebutuhan utk mengontrol penyakitnya dlm rangka proses penyembuhan.
Satu hal yang perlu diingat, semua harus direncanakan, sehingga tak menimbulkan efek buruk pada tubuh. Susun program olah raga sesuai dgn berat penyakit & tingkat kebugaran. Saat puasa, seseorang tak dianjurkan berolahraga sampai tenaganya terkuras habis atau sampai badan lemah karena kecapekan. Melakukan olahraga yang ringan namun berkelanjutan lebih baik daripada olah raga yang berat & memforsir.
Olah raga yang dianjurkan, sebagai berikut :

Kontinu, yaitu harus berkesinambungan & terus menerus.
Ritmis, yaitu dilakukan secara ritmis & teratur, sehingga otot-otot berkontraksi & berelaksasi secara teratur (Misal : jalan kaki, lari, joging, bersepeda, mendayung. Hindari olah raga yang banyak berhentinya seperti main golf, tenis, atau bulu tangkis).
Interval, yaitu dilakukan berselang-seling. Kadang cepat, kadang lambat, tapi tanpa berhenti (Misalnya, joging diselingi jalan atau jalan cepat diselingi jalan lambat).
Progresif, yaitu dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dgn beban latihan ditingkatkan perlahan-lahan sampai 30 menit.
Endurance, yaitu latihan ketahanan utk meningkatkan kesegaran jantung & pembuluh darah serta meningkatkan kardiorespirasi (Misal : joging, bersepeda).

Olah raga dimulai dgn pemanasan & diakhiri dgn cooling down / peregangan masing-masing selama 5-10 menit. Olahraga bisa dilakukan satu jam atau 30 menit menjelang waktu berbuka supaya bisa segera minum pada saat waktu berbuka tiba. Sebaliknya, kurang tepat apabila olahraga dilakukan setelah makan sahur karena perut dlm keadaan kenyang sehingga dapat mengganggu kerja organ pencernaan. Selain itu, olahraga setelah makan sahur bisa menyebabkan badan capek sehingga muncul rasa haus & lapar.
GANGGUAN KESEHATAN YANG BISA MENGHAMBAT KELANCARAN IBADAH PUASA
Berikut ini akan disampaikan pembahasan mengenai berbagai macam gangguan kesehatan yang kelihatannya sepele tapi bisa mengganggu kelancaran berpuasa, & tentu saja disertai dgn cara mengatasinya :
a. Perut kembung
Perut kembung dapat menimbulkan rasa tak nyaman sehingga mengganggu aktivitas orang yang berpuasa. Beberapa jenis makanan tertentu bisa menghasilkan gas di dlm saluran pencernaan, seperti buncis, kubis, sawi putih, brokoli, bawang, & telur. Maka bagi yang peka terhadap makanan-makanan tersebut sebaiknya menghindari utk sementara waktu. Selain itu, salah satu cara mencegah supaya tak terjadi kembung adalah dgn mengunyah makanan dgn seksama utk memudahkan proses pencernaan sehingga tak terjadi pembentukan gas akibat proses fermentasi.
Untuk mengatasi perut kembung, bisa dgn minum secangkir teh jahe setelah makan. Teh jahe sangat baik utk merangsang proses pencernaan makanan, sehingga makanan tak terlalu lama berada di dlm usus kecil yang bisa memicu terbentuknya gas. Selain teh jahe, bisa juga mengatasi perut kembung dgn memakan pepaya. Pepaya mengandung enzim papain, yang bekerja membantu proses pemecahan makanan di dlm saluran pencernaan, sehingga pembentukan gas dapat dihindari.
b. Sembelit
Sembelit atau susah buang air besar merupakan gangguan yang cukup sering dikeluhkan orang yang berpuasa. Untuk mengatasinya, usahakan tetap mengonsumsi 8 gelas air setiap harinya, yaitu dgn meminum 2 gelas saat buka puasa, lalu setelah tarawih hingga menjelang tidur, minum lagi sebanyak 3-4 gelas. Sedangkan pada saat sahur, kita bisa minum sebanyak 2 gelas. Selain itu, jangan lupa utk banyak mengonsumsi makanan berserat seperti sayur & buah-buahan baik pada saat sahur maupun berbuka. Mengonsumsi kurma saat berbuka puasa juga sangat dianjurkan, karena serat yang terkandung dlm kurma dapat memperlancar buang air besar.
c. Tenggorokan kering & suara serak
Selama berpuasa, otomatis kita tak mengonsumsi air selama kurang lebih 12 jam. Kondisi ini berpotensi besar menyebabkan tenggorokan kering & kadang suarapun menjadi serak. Dengan begitu, kegiatan ibadah lainnya seperti membaca atau menghafal Al-Qur’an juga ikut-ikutan terganggu. Kita tentu tak ingin kondisi ini berlanjut & menyurutkan semangat kita dlm menjalani hari-hari di bulan puasa.
Untuk mencegahnya, pastikan asupan cairan kita cukup, yaitu dgn mengonsumsi air paling tak 2 liter perhari bisa. Dianjurkan utk menghindari gorengan & makanan yang bisa memicu batuk. Karena batuk yang muncul bisa memperparah sakit tenggorokan & membuat suara makin serak. Hindari jajanan baik makanan maupun minuman yang menggunakan pemanis buatan. Pada beberapa orang yang sensitif, zat-zat tambahan pada makanan atau minuman bisa memicu terjadinya batuk & gangguan tenggorokan. Disamping itu, selama keluhan masih ada, hendaknya bicara seperlunya & jangan bersuara keras-keras terlebih dahulu.
d. Badan kecapekan
Kita semua tentu berlomba-lomba ingin memperbanyak ibadah baik pada siang maupun malam bulan ramadhan. Oleh karena itu, jangan sampai aktivitas kita terhambat hanya karena badan kecapekan. Salah atu caranya adalah dgn cukup istirahat. Sempatkan utk beristirahat di sela-sela rutinitas kita yang padat. Jangan memforsir ketika melakukan suatu kegiatan, tapi dikerjakan semampunya & bertahap (tidak sekaligus). Hal ini utk menghindari tenaga kita terkuras habis, padahal waktu berbuka masih lama.
Istirahat yang dimaksudkan disini tak berarti seseorang jadi banyak tidur dgn alasan lemas karena puasa. Terlalu banyak tidur justru membuat badan tak bugar & cenderung menjadikan seseorang jadi malas beraktivitas. Hendaknya proporsional dlm masalah waktu tidur, yaitu diniatkan sekedar utk menghimpun tenaga sehingga dapat beribadah di bulan ramadhan.
PENUTUP
Demikianlah penjelasan seputar kesehatan di bulan puasa. Semoga kita bisa menjalankan ibadah puasa dgn penuh semangat. Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala menerima amal ibadah puasa kita & senantiasa melimpahkan nikmat kesehatan pada kita semua.
Penulis : dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah
Referensi :
Arief Mansjoer (editor) dkk. Buku Kapita Selekta Kedokteran UI Jilid 1. Tahun 1999. Penerbit Media Aesculapius, Universitas Indonesia, Jakarta.
Cunningham, Mac Donald, Gant. Textbook Williams Obstetry Edisi 18. Tahun 1995. Penerbit EGC, Jakarta.
David B. Reuben, MD dkk, Buku “Geriatrics at Your Fingertips “. Tahun 2001. Penerbit Excerpta Medica, Inc. USA.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Buku Manajemen Laktasi.
Dr. C. Triwikatmani, Petunjuk Praktis Pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2. Tahun 2002. Penerbit PB PERKENI, Jakarta.
Dr. Widodo Judarwanto, SpA, “Kiat Aman Berpuasa utk Anak”. Jawa Pos, 22 Agustus 2009.
Dr. Hambrah Sri Atriadewi, “Atasi Gangguan Pencernaaan Saat Puasa dgn Konsumsi Kurma”. Healthy, edisi 01/tahun III/21 Agustus-3 September 2009.
Heidi Murkoff, dkk. Buku “Kehamilan, Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan”. Tahun 2006. Penerbit Arcan, Jakarta.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Metode Pengobatan Nabi, Bab “Mencegah Kelebihan Makan”, Tahun 2008. Penerbit Griya Ilmu, Jakarta.
One Day Simposium “Chronic Heart Failure, diagnosis, current management & cardio preventive care” , Solo, 24 Agustus 2008.
Scott C. Litin, M.D (editor). Mayo Clinic, Family Health Book Edisi 1, Tahun 2009, Penerbit PT Intisari Mediatama, Jakarta.
***
Artikel muslimah.or.id
SEHAT DAN BERSTAMINA SAAT PUASA (2)
Jika seseorang dgn penyakit tertentu ingin berpuasa
Pada dasarnya, selama penyakit yang diderita bukan penyakit komplikasi & infeksi berat, seseorang tetap boleh berpuasa. Tentu saja dgn catatan penyakitnya terkontrol, tetap minum obat, serta rutin memeriksakan diri ke dokter.
Berikut ini, kami sampaikan 3 penyakit yang masih bisa tetap berpuasa dgn beberapa catatan:
Pada penderita sakit maag, puasa tetap diperbolehkan. Gejala yang sering dikeluhkan penderita maag antara lain rasa tak nyaman di ulu hati, mual, muntah, kembung, rasa panas di ulu hati, cepat kenyang, & mulut pahit. Serangan dapat datang tiba-tiba & hilang timbul.
Penyakit maag atau dispepsia digolongkan dlm 2 kelompok, yaitu organik & fungsional. Dikatakan organik bila pada endoskopi ditemukan kelainan di kerongkongan, lambung, & usus 12 jari. Fungsional, bila pada endoskopi tak ditemukan kelainan.
Puasa pada dispepsia fungsional dapat meringankan bahkan menyembuhkan penyakit maag-nya. Memang pada hari-hari awal puasa terasa tak nyaman. Seiring dgn berjalannya waktu, pola makan yang cukup & teratur justru membuat kondisi kesehatan penderita maag semakin membaik, biidznillah (dengan seizin Allah).
Sedangkan puasa pada penderita dispepsia organik harus dilihat penyebabnya. Bila ada polip atau tumor, ulkus/luka, perdarahan, nyeri hebat, maka tak diperbolehkan puasa. Pada penderita penyakit maag, sangat dianjurkan utk makan sahur, karena sangat bermanfaat sebagai persiapan puasa. Pada saat berbuka, penderita dianjurkan makan & minum yang manis terlebih dulu. Jangan makan dlm porsi besar, kurangi makanan berlemak & makanan yang merangsang seperti asam atau pedas. Hindari makanan yang banyak mengandung gas seperti buncis, kubis, sawi putih, brokoli, bawang, & telur. Hindari minuman soda, alkohol, & kopi.
Pada penderita dgn penyakit ginjal, puasa diperbolehkan bila fungsi ginjal masih baik yaitu derajat 1 & 2 (60-90% ginjal berfungsi). Penderita dgn fungsi ginjal derajat 3 & 4 (15-60% ginjal berfungsi) tak dianjurkan puasa. Sedangkan penderita yang menjalani hemodialisis/cuci darah (derajat 5) tak diperbolehkan.
Sangat dianjurkan bagi penderita penyakit ginjal yang berpuasa utk minum air putih yang cukup agar tak terjadi dehidrasi. Namun demikian, jangan sampai konsumsi cairan berlebih karena bisa menyebabkan sesak napas. Selain itu, kandungan protein pada makanan harus dikurangi agar tak memperberat kerja ginjal. Dan jangan lupa, tetap rutin mengonsumsi obat yang diresepkan dokter serta memeriksakan diri sesuai jadwal yang ditetapkan.
Untuk penderita kencing manis (Diabetes Mellitus/DM), puasa diperbolehkan bila kadar gula darahnya terkendali.
Selain itu, puasa juga boleh dilakukan oleh :
Penderita DM tipe-1 (diabetes karena kurangnya produksi insulin) yang stabil atau terkendali dgn perencanaan makan & olah raga
Penderita DM tipe-2 (diabetes akibat kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin) dgn berat badan lebih serta kontrol yang baik & pengawasan glukosa darah secara ketat
Penderita DM yang mendapat suntikan insulin satu kali per hari.
Sedangkan yang tak dianjurkan puasa antara lain :
Penderita DM dgn kadar gula yang tinggi sekali atau tak stabil
Penderita DM yang tak mengikuti diet, pemakaian obat & pengaturan aktivitas
Penderita DM tipe 1 yang tak stabil
Penderita tipe-1 & tipe-2 dgn kontrol yang buruk
Penderita DM yang disertai komplikasi jantung, ginjal & hati (karena kekurangan cairan dapat semakin membahayakan kerja organ-organ penting tersebut)
Penderita DM yang mendapatkan suntikan insulin dua kali sehari atau lebih
Penderita DM dgn komplikasi serius
Penderita DM dgn riwayat ketoasidosis
Penderita DM yang sedang hamil
Penderita DM yang sedang mengalami infeksi
Penderita DM dgn usia tua dgn masalah kesadaran
Penderita DM yang mengalami dua kali atau lebih episode hipoglikemia selama berpuasa di bulan Ramadhan.
Penderita DM disarankan supaya memantau kadar glukosa darah dgn ketat & belajar mengenali gejala hipoglikemia & dehidrasi sejak dini. Hipoglikemi adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah rendah karena tak ada keseimbangan antara makanan yang dimakan, latihan jasmani, & obat yang digunakan. Gejala hipoglikemi antara lain berkeringat dingin, gemetar, pusing, lemas, mata berkunang-kunang, & rasa perih di ulu hati seperti orang kelaparan. Bila mengalami gejala seperti ini, hendaknya segera minum segelas teh manis atau sirup & segera periksa ke dokter. Jika glukosa darah kurang dari 63 mg/dl sebaiknya segera berbuka.
Penderita DM sangat dianjurkan mengakhirkan waktu makan sahur serta menghindari makanan manis. Penderita DM dapat berbuka dgn makanan & minuman yang menggunakan gula rendah kalori. Penderita sebaiknya mengkonsumsi karbohidrat tinggi serat seperti sereal atau roti gandum. Hendaknya tetap rutin mengonsumsi obat supaya kadar gula darahnya terkontrol, & konsultasikan dgn dokter mengenai jadwal pemberian obat & dosisnya.
TIPS SEHAT SELAMA MENJALANKAN IBADAH PUASA
Usahakan selalu bangun utk makan sahur.
Sahur sangat penting utk mendukung kelancaran ibadah puasa, karena makanan yang kita santap pada saat sahur akan menjadi cadangan energi selama kita berpuasa. Oleh karena itu, usahakan utk tak meninggalkan sahur ketika akan berpuasa karena terdapat berkah dlm makan sahur. Seperti yang terdapat dlm hadits dari Anas Ibnu Malik, bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,
“Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dlm makan sahur itu ada berkahnya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Jangan terlalu kenyang saat sahur
Banyak orang yang makan sebanyak-banyaknya ketika sahur dgn tujuan supaya kuat berpuasa. Padahal, terlalu banyak makan ketika sahur justru tak baik karena akan menyebabkan melonjaknya kadar gula dlm darah serta merangsang keluarnya hormon insulin secara berlebihan. Hormon insulin ini akan mengangkut gula darah ke seluruh jaringan tubuh guna diubah menjadi glikogen atau lemak. Apabila kita makan terlalu banyak, maka glikogen & lemak yang dihasilkan juga berlebihan. Padahal, lemak yang berlebihan sukar diuraikan menjadi gula darah kembali. Akibatnya, seseorang yang makan berlebihan saat sahur tak bertambah segar, tapi justru semakin merasa lemas & lesu.
Perbanyak konsumsi makanan berserat
Serat sangat baik utk pencernaan & memperlancar  buang air besar. Selain itu, makanan berserat akan memperlancar proses pengeluaran racun dari dlm tubuh serta dapat mengurangi konsentrasi radikal bebas dlm tubuh, hingga sel-sel tubuh menjadi lebih segar & elastis.
Usahakan kebutuhan cairan tercukupi
Usahakan tetap mengkonsumsi air 8 gelas setiap harinya, caranya antara lain dgn meminum sekitar 2 gelas saat buka puasa, lalu setelah tarawih hingga menjelang tidur, minum lagi sebanyak 3-4 gelas. Sedangkan pada saat sahur bisa minum sebanyak 2 gelas lagi. Minum air tak selalu berarti air putih saja, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dlm jumlah air yang kita konsumsi.
Segerakan berbuka ketika waktunya telah tiba
Hendaknya kita menyegerakan berbuka, seperti yang terdapat dlm salah satu hadits dari Sahal Ibnu Sa’ad, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
“Orang-orang akan tetap dlm kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (Muttafaq ‘Alaih)
Syari’at Islam yang sempurna telah mengajarkan pada kita supaya tak memberat-beratkan diri dgn menunda berbuka puasa padahal waktunya telah tiba karena hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan terutama pada organ lambung.
Jangan berlebihan saat menyantap hidangan berbuka puasa
Ajaran Islam menganjurkan utk tak berlebihan dlm masalah makan & minum, karena akan berakibat kurang baik bagi kesehatan kita. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “Tidak ada ‘bejana’ yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah seseorang itu mengonsumsi beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalau terpaksa, maka ia bisa mengisi sepertiga perutnya dgn makanan, sepertiga utk minuman, & sepertiga sisanya utk nafasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 3349 & dinilai shahih oleh al-Albani dlm shahih sunan Ibnu Majah no. 2720-red)
Dengan demikian, bisa kita pahami bahwasanya makan berlebihan tak dianjurkan dlm Islam karena bisa menimbulkan berbagai macam akibat yang tak baik bagi tubuh kita.
Pada saat berbuka puasa sebaiknya tak langsung makan & minum terlampau banyak. Berbuka puasa dgn makanan berat dlm jumlah banyak justru memberatkan kerja lambung yang sudah dibiarkan beristirahat sekitar 12 jam. Jangan sampai menjadikan waktu berbuka puasa sebagai ajang “balas dendam” setelah seharian menahan lapar & haus. Setelah kadar gula darah berangsur-angsur kembali normal, lakukan shalat maghrib. Selang setengah jam kemudian, makanlah  menu lengkap secukupnya. Setelah shalat tarawih, boleh makan lagi jika masih lapar.
Pilih menu yang sehat utk sahur & berbuka
Bagi para ibu rumah tangga, menyajikan menu berbuka bagi keluarga tentu sangat menyenangkan. Dan alangkah lebih bijaksana jika para ibu menyiapkan menu yang sehat & bergizi utk menunjang kelancaran ibadah puasa seluruh anggota keluarga. Dengan memasak sendiri insya Allah lebih terjamin kebersihan & kesehatannya. Namun, jika memang hendak membeli makanan matang, perhatikan kebersihan & juga komposisi makanan atau minumannya. Pilih warung makan yang terjamin kebersihan & kehalalannya. Selain itu, hindari makanan atau minuman yang mengandung zat pengawet, pewarna, & pemanis buatan.
Jangan sembarangan mengkonsumsi vitamin
Setiap orang tentu menginginkan bisa tetap aktif saat puasa & tetap fit sepanjang hari. Dengan alasan itu, muncul kecenderungan utk mengkonsumsi suplemen vitamin. Namun ada yang perlu diingat, vitamin bukanlah sebagai makanan pengganti (subtitusi). Yang penting kita harus makan makanan sehat & bergizi sehingga kebutuhan akan vitamin tercukupi lewat makanan yang bervariasi. Hendaknya kita tak meminum vitamin sembarangan tapi konsultasikan dulu pada dokter.
Tetap berolahraga selama puasa
Kondisi fisik seseorang yang sedang berpuasa memang cenderung lemas karena menahan lapar & haus. Namun demikian, bukan berarti tak boleh berolahraga. Seperti yang kita ketahui, olahraga penting guna menjaga kebugaran & vitalitas tubuh. Terlebih lagi bagi orang-orang tertentu dgn gangguan kesehatan seperti pada penderita penyakit jantung & diabetes mellitus (kencing manis), dimana olah raga sudah menjadi kebutuhan utk mengontrol penyakitnya dlm rangka proses penyembuhan.
Satu hal yang perlu diingat, semua harus direncanakan, sehingga tak menimbulkan efek buruk pada tubuh. Susun program olah raga sesuai dgn berat penyakit & tingkat kebugaran. Saat puasa, seseorang tak dianjurkan berolahraga sampai tenaganya terkuras habis atau sampai badan lemah karena kecapekan. Melakukan olahraga yang ringan namun berkelanjutan lebih baik daripada olah raga yang berat & memforsir.
Olah raga yang dianjurkan, sebagai berikut :
Kontinu, yaitu harus berkesinambungan & terus menerus.
Ritmis, yaitu dilakukan secara ritmis & teratur, sehingga otot-otot berkontraksi & berelaksasi secara teratur (Misal : jalan kaki, lari, joging, bersepeda, mendayung. Hindari olah raga yang banyak berhentinya seperti main golf, tenis, atau bulu tangkis).
Interval, yaitu dilakukan berselang-seling. Kadang cepat, kadang lambat, tapi tanpa berhenti (Misalnya, joging diselingi jalan atau jalan cepat diselingi jalan lambat).
Progresif, yaitu dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dgn beban latihan ditingkatkan perlahan-lahan sampai 30 menit.
Endurance, yaitu latihan ketahanan utk meningkatkan kesegaran jantung & pembuluh darah serta meningkatkan kardiorespirasi (Misal : joging, bersepeda).
Olah raga dimulai dgn pemanasan & diakhiri dgn cooling down / peregangan masing-masing selama 5-10 menit. Olahraga bisa dilakukan satu jam atau 30 menit menjelang waktu berbuka supaya bisa segera minum pada saat waktu berbuka tiba. Sebaliknya, kurang tepat apabila olahraga dilakukan setelah makan sahur karena perut dlm keadaan kenyang sehingga dapat mengganggu kerja organ pencernaan. Selain itu, olahraga setelah makan sahur bisa menyebabkan badan capek sehingga muncul rasa haus & lapar.
GANGGUAN KESEHATAN YANG BISA MENGHAMBAT KELANCARAN IBADAH PUASA
Berikut ini akan disampaikan pembahasan mengenai berbagai macam gangguan kesehatan yang kelihatannya sepele tapi bisa mengganggu kelancaran berpuasa, & tentu saja disertai dgn cara mengatasinya :
Perut kembung
Perut kembung dapat menimbulkan rasa tak nyaman sehingga mengganggu aktivitas orang yang berpuasa. Beberapa jenis makanan tertentu bisa menghasilkan gas di dlm saluran pencernaan, seperti buncis, kubis, sawi putih, brokoli, bawang, & telur. Maka bagi yang peka terhadap makanan-makanan tersebut sebaiknya menghindari utk sementara waktu. Selain itu, salah satu cara mencegah supaya tak terjadi kembung adalah dgn mengunyah makanan dgn seksama utk memudahkan proses pencernaan sehingga tak terjadi pembentukan gas akibat proses fermentasi.
Untuk mengatasi perut kembung, bisa dgn minum secangkir teh jahe setelah makan. Teh jahe sangat baik utk merangsang proses pencernaan makanan, sehingga makanan tak terlalu lama berada di dlm usus kecil yang bisa memicu terbentuknya gas. Selain teh jahe, bisa juga mengatasi perut kembung dgn memakan pepaya. Pepaya mengandung enzim papain, yang bekerja membantu proses pemecahan makanan di dlm saluran pencernaan, sehingga pembentukan gas dapat dihindari.
Sembelit
Sembelit atau susah buang air besar merupakan gangguan yang cukup sering dikeluhkan orang yang berpuasa. Untuk mengatasinya, usahakan tetap mengonsumsi 8 gelas air setiap harinya, yaitu dgn meminum 2 gelas saat buka puasa, lalu setelah tarawih hingga menjelang tidur, minum lagi sebanyak 3-4 gelas. Sedangkan pada saat sahur, kita bisa minum sebanyak 2 gelas. Selain itu, jangan lupa utk banyak mengonsumsi makanan berserat seperti sayur & buah-buahan baik pada saat sahur maupun berbuka. Mengonsumsi kurma saat berbuka puasa juga sangat dianjurkan, karena serat yang terkandung dlm kurma dapat memperlancar buang air besar.
Tenggorokan kering & suara serak
Selama berpuasa, otomatis kita tak mengonsumsi air selama kurang lebih 12 jam. Kondisi ini berpotensi besar menyebabkan tenggorokan kering & kadang suarapun menjadi serak. Dengan begitu, kegiatan ibadah lainnya seperti membaca atau menghafal Al-Qur’an juga ikut-ikutan terganggu. Kita tentu tak ingin kondisi ini berlanjut & menyurutkan semangat kita dlm menjalani hari-hari di bulan puasa.
Untuk mencegahnya, pastikan asupan cairan kita cukup, yaitu dgn mengonsumsi air paling tak 2 liter perhari bisa. Dianjurkan utk menghindari gorengan & makanan yang bisa memicu batuk. Karena batuk yang muncul bisa memperparah sakit tenggorokan & membuat suara makin serak. Hindari jajanan baik makanan maupun minuman yang menggunakan pemanis buatan. Pada beberapa orang yang sensitif, zat-zat tambahan pada makanan atau minuman bisa memicu terjadinya batuk & gangguan tenggorokan. Disamping itu, selama keluhan masih ada, hendaknya bicara seperlunya & jangan bersuara keras-keras terlebih dahulu.
Badan kecapekan
Kita semua tentu berlomba-lomba ingin memperbanyak ibadah baik pada siang maupun malam bulan ramadhan. Oleh karena itu, jangan sampai aktivitas kita terhambat hanya karena badan kecapekan. Salah atu caranya adalah dgn cukup istirahat. Sempatkan utk beristirahat di sela-sela rutinitas kita yang padat. Jangan memforsir ketika melakukan suatu kegiatan, tapi dikerjakan semampunya & bertahap (tidak sekaligus). Hal ini utk menghindari tenaga kita terkuras habis, padahal waktu berbuka masih lama.
Istirahat yang dimaksudkan disini tak berarti seseorang jadi banyak tidur dgn alasan lemas karena puasa. Terlalu banyak tidur justru membuat badan tak bugar & cenderung menjadikan seseorang jadi malas beraktivitas. Hendaknya proporsional dlm masalah waktu tidur, yaitu diniatkan sekedar utk menghimpun tenaga  sehingga dapat beribadah di bulan ramadhan.
PENUTUP
Demikianlah penjelasan seputar kesehatan di bulan puasa. Semoga kita bisa menjalankan ibadah puasa dgn penuh semangat. Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala menerima amal ibadah puasa kita & senantiasa melimpahkan nikmat kesehatan pada kita semua.
Penulis : dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah
Referensi :
Arief Mansjoer (editor) dkk. Buku Kapita Selekta Kedokteran UI Jilid 1. Tahun 1999. Penerbit Media Aesculapius, Universitas Indonesia, Jakarta.
Cunningham, Mac Donald, Gant. Textbook Williams Obstetry Edisi 18. Tahun 1995. Penerbit EGC, Jakarta.
David B. Reuben, MD dkk, Buku “Geriatrics at Your Fingertips “. Tahun 2001. Penerbit Excerpta Medica, Inc. USA.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Buku Manajemen Laktasi.
Dr. C. Triwikatmani, Petunjuk Praktis Pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2. Tahun 2002. Penerbit PB PERKENI, Jakarta.
Dr. Widodo Judarwanto, SpA, “Kiat Aman Berpuasa utk Anak”. Jawa Pos, 22 Agustus 2009.
Dr. Hambrah Sri Atriadewi, “Atasi Gangguan Pencernaaan Saat Puasa dgn Konsumsi Kurma”. Healthy, edisi 01/tahun III/21 Agustus-3 September 2009.
Heidi Murkoff, dkk. Buku “Kehamilan, Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan”. Tahun 2006. Penerbit Arcan, Jakarta.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Metode Pengobatan Nabi, Bab “Mencegah Kelebihan Makan”, Tahun 2008. Penerbit Griya Ilmu, Jakarta.
One Day Simposium “Chronic Heart Failure, diagnosis, current management & cardio preventive care” , Solo, 24 Agustus 2008.
Scott C. Litin, M.D (editor). Mayo Clinic, Family Health Book Edisi 1, Tahun 2009, Penerbit PT Intisari Mediatama, Jakarta.

sumber: www.muslimah.or.id