Terapi Penyakit “Suka Terhadap Sesama Jenis” Laki Laki

Penanya: Seorang Hamba Allah
Dijawab oleh: Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A. (Kandidat doktor Universitas Islam Madinah, Madinah, Saudi Arabia)
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Afwan ana mau berkonsultasi, ana benar – benar sedang bingung, rubrik tanya jawab pada www.muslim.or.id sementara ditutup.
Ustadz, saya seorang akhwat, sekarang duduk di bangku kuliah. Sejak kecil saya tak pernah menyukai laki-laki, saya lebih tertarik kepada sesama jenis, saya sendiri tak tahu apa penyebabnya. Yang pasti saya lebih tertarik melihat perempuan daripada laki-laki, keluarga saya tak ada yang tahu. Saya tahu ini dosa besar, & saya tersiksa dgn ini, saya ingin menjadi wanita yang solehah, saya takut akan siksa Allah. Alhamdulillah kakak-kakak saya salafy, saya pun mulai ikut mengaji (baru waktu tingkat 2 ini), tapi saya sudah lama mengenakan jilbab.
Yang ingin saya tanyakan, apa solusi masalah saya? sekarang yang ada di pikiran saya adalah menikah, saya ingin ada yang membimbing sepenuhnya, & saya berharap bisa mencintai suami saya karena Allah semata. Kebetulan semua kakak-kakak saya telah menikah, jadi tak banyak waktu utk berkumpul, & tak setiap saat mereka bisa membimbing saya. Tapi masalah yang kedua yang saya hadapi adalah kalau saya menikah, orang tua saya menuntut saya utk menyelesaikan kuliah terlebih dahulu, tapi ustadz itu tak mungkin, saya takut saya akan melakukan maksiat. Saya ingin sembuh ustadz, saya benar-benar ingin menjadi salafy, saya terganggu dgn perasaan ganjil pada diri saya, karena setiap saya ingin melangkah pada kebenaran saya selalu ingat perasaan ini & akhirnya saya jadi malas utk menuntut ilmu syar’i (karena setiap ingat saya hati saya selalu berkata “percuma kalau ngaji, tapi masih punya perasaan ganjil”) terlalu lama jika harus menunggu selesai kuliah. Ustadz saya berencana tetap menikah, tapi sementara saya kuliah saya tak tinggal serumah dgn suami saya, hubungan jarak jauh, karena saya ingin menyelesaikan kuliah dulu, minimal ketemu suami 1 kali dlm sepekan. Ya mungkin hanya berbicara via telphon itu cukup (saya ingin pacaran tanpa ada zina, terikat pernikahan), tapi ustadz apakah boleh menikah dgn menunda utk jima’? & apakah boleh saya merahasiakan ini dari calon suami saya, karena saya terlalu malu utk mengatakan ini, karena ini aib terbesar dlm hidup saya & saya takut suami saya kecewa. Demikian ustadz pertanyaan dari saya, jawaban dari ustadz sangat ana nantikan.
Jazakallah khairan katsira
Jawaban Ustadz:
بسم الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillah, sholawat & salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada nabi Muhammad shollallahu’alaihi wa sallam, keluarga sahabat & seluruh pengikutnya hingga hari qiyamat.
Selanjutnya, membaca problem yang sedang anti hadapi, saya dapat memahami perasaan & pikiran anti, semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan kerahmatan & hidayah-Nya kepada anti & kita semua, sehingga kita dapat menempuh jalan-jalan yang diridhoi-Nya. Dan semoga Allah Ta’ala mensucikan anti & juga jiwa kita semua, sehingga tidaklah timbul dari diri kita kecuali kebaikan & tidaklah muncul dari jiwa kita selain pikiran yang baik & diridhoi-Nya.
Ukhti yang semoga senantiasa mendapatkan taufiq & hidayah dari Allah, dlm mengarungi bahtera kehidupan di dunia ini, setiap manusia tak boleh terlepas dari keimanan kepada Allah Ta’ala. Segala yang kita hadapi, kita rasakan, & kita dapatkan datangnya dari Allah semata. Segala kenikmatan, kesembuhan & kemudahan, hanya milik Allah Ta’ala.
Oleh karena itu seorang yang beriman kepada Allah Ta’ala akan senantiasa berjiwa besar & bertekad baja dlm menghadapi apapun yang terjadi di dunia ini. Ketika ia menghadapi kenikmatan, ia tak akan lupa daratan, & ketika ia menghadapi cobaan ia tak akan pernah putus asa & menyerah kepada kegagalan.
عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له رواه مسلم
“Amat mengherankan urusan seorang mukmin, sesungguhnya urusannya itu semuanya baik, & ini tidaklah dimiliki melainkan oleh seorang yang beriman. Bila ia ditimpa kesenangan, maka ia bersyukur, maka urusannya itu menjadi baik baginya, & bila ia ditimpa kejelekan, maka ia bersabar, maka urusannya itu akan menjadi baik baginya.” (Muslim)
Benar-benar jiwa besar & mental baja, sehingga dlm kesenangan ia dapat bersyukur & tak menjadi lupa daratan, sehingga dgn kenikmatannya itu ia tetap istiqamah pada jalan Allah, beribadah kepada-Nya, & tetap mengamalkan syari’at Rasulullah shollallahu’alaihi wa sallam.
Dalam kesusahan ia bersabar, sehingga tak putus asa, & menyeleweng dari syari’at. Bila seorang mukmin ditimpa kesusahan berupa musibah, kesusahan, maka ia bersabar dgn menerima takdir tersebut tanpa keluh kesah, & ia tetap yakin dgn sepenuhnya bahwa kemudahan hanya akan dapat dicapai bila kita tetap istiqomah dlm kebenaran, & kemudahan hanya milik Allah, sehingga hanya kepada-Nya kita memohon kemudahan. Oleh karena itu dahulu Nabi shollallahu’alaihi wa sallam mencontohkan kepada kita utk berdoa:
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً. رواه ابن حبان
“Ya Allah tiada kemudahan melainkan sesuatu yang Engkau jadikan mudah, & Engkau menjadikan kesusahan bila Engkau kehendaki menjadi mudah.” (Ibnu Hibban)
Seorang muslim bila dihadapkan kepada kesusahan ia tetap berjiwa besar & berkeyakinan kokoh lebih kokoh dari pada gunung yang menjulang tinggi ke langit, bahwa amat mudah & ringan bagi Allah utk memberikan jalan keluar kepada hambanya. Tidak ada kata susah & sulit bagi Allah Ta’ala, semuanya mudah & ringan bagi-Nya.
Bila ia dihadapkan dgn kemaksiatan, ia bersabar dgn cara menahan diri darinya sehingga ia dapat mnenjaga keimanan & katqwaannya dari noda-noda kemaksiatan & syahwat. Oleh karena itu tatkala Allah Ta’ala menceritakan kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam Allah berfirman:
إنه من يتق ويصبر فإن الله لا يضيع أجر المحسنين
“Sesungguhnya barang siap yang bertaqwa & bersabar, maka sesungguhnya Allah tak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (Yusuf 90)
Ibnul Qayyim berkata: “Dengan kesabaran, bisikan syahwat dapat ditinggalkan, & dgn keyakinan berbagai syubhat dapat ditepis.” (I’ilamul Muwaqi’in 1/137)
Dan bila sedang menjalankan keta’atan, ia bersabar, sehingga tak luntur semangat & keimanannya karena berbagai aral & rintangan yang menghadang setiap sepak terjangnya.
عن خباب بن الأرت رضي الله عنه قال: شكونا إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم وهو متوسد بردة له في ظل الكعبة، قلنا له: ألا تستنصر لنا؟ ألا تدعو الله لنا؟ قال: كان الرجل فيمن قبلكم يحفر له في الأرض، فيجعل فيه، فيجاء بالمنشار فيوضع على رأسه، فيشق باثنتين وما يصده ذلك عن دينه، ويمشط بأمشاط الحديد ما دون لحمه من عظم أو عصب، وما يصده ذلك عن دينه. والله ليتمن هذا الأمر حتى يسير الراكب من صنعاء إلى حضرموت، لا يخاف إلا الله أو الذئب على غنمه، ولكنكم تستعجلون.) رواه البخاري
“Dari sahabat Khabab bin Al Arat rodiallahu’anhu, ia menuturkan: Kami mengeluh kepada Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam, sedangkan beliau dlm keadaan berebah dgn berbantalkan bajunya di bawah Ka’bah, kami berkata kepadanya: Tidakkah engkau memohonkan pertolongan utk kami? Tidakkan engkau berdoa kepada Allah utk kami? Beliau menjawab: Dahulu salah seorang sebelum kalian, digalikan untuknya lubang di bumi, kemudian ia ditanam di dalamnya, kemudian didatangkan untuknya gergaji, & kemudian diletakkan di kepalanya, kemudian kepalanya dibelah menjadi dua, akan tetapi hal itu tidaklah dapat menghalang-halangainya dari agamanya, & (yang lain) disisir dgn sisir besi dari bawah daging, sehingga nampaklah tulang belulangnya atau urat-uratnya, & itu tidaklah dapat menghalang-halanginya dari agamanya. Sungguh demi Allah, urusan ini (agama ini) akan menjadi sempurna hingga akan ada seseorang yang mengendarai kendaraannya dari San’a’ hingga Hadraumaut, sedangkan ia tak takut kecuali dari Allah atau serigala yang akan menerkam kambingnya. Akan tetapi kalian terburu-buru.” (Bukhori)
Allah Ta’ala berfirman:
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
“Dan Kami jadikan diantara mereka para pemimpin yang memberi petunjuk dgn perintah Kami, tatkala mereka bersabar & mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (As Sajdah 24)
Ibnu Taimiyyah berkata: “Maka dgn kesabaran & keyakinan, kepemimpinan dlm urusan agama dapat dicapai.” (Majmu Fatawa 3/358)
Ibnul Qayyim juga berkata: “Allah mengabarkan bahwa Ia telah menjadikan dari mereka (pengikut Nabi Musa ‘alaihissalam) sebagai para pemimpin yang dijadikan sebagai panutan oleh orang setelah mereka; berkat kesabaran & keyakinan mereka; karena hanya dgn kesabaran & keyakinanlah kepemimpinan dlm urusan agama dapat dicapai.” (I’ilamul Muwaqi’in 4/135)
Itulah hal pertama yang harus anti lakukan dlm memnghadapi permasalahan anti ini.
Kedua: Anti harus senantiasa & banyak-banyak berlindung kepada Allah Ta’ala dari godaan setan & bisikannya, yaitu dgn cara membaca ta’awudz
أَعُوْذُ باللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Sebab bisikan & godaan utk bermaksiat itu datangnya adalah dari setan, sehingga dgn kita banyak-banayk berlindung kepada Allah dari godaannya, yaitu dgn membaca ta’awudz semacam ini, niscaya kita akan terjauhkan dari godaan & kejahatannya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Dan bila engkau ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar & Maha Mengetahui. (Al A’araf: 200)
Ketiga: Senantiasa membaca dzikir pagi & sore, & sebelum & sesudah tidur, sebelum makan, setelah makan, ketika menutup & membuka pintu rumah, masuk WC & keluar darinya dst. Untuk mengetahui bacaan-bacan dzikir yang dimaksud & diajarkan oleh Nabi shollallahu’alaihiwasallam silahkan membeli buku (Do’a & Wirid mengobati guna-guna & sihir menurut Al Qur’an & As Sunnah) yang disusun oleh Ustadz yazid bin Abdul Qadir jawwas.
Diantara yang seyogyanya anti lakukan ialah senantiasa membaca ayat kursi sebelum tidur & seusai sholat fardhu.
Sebagaimana saya anjurkan agar anti senantiasa membaca Al Qur’an di rumah tempat tinggal anda, karena dgn cara ini setan tak akan dapat masuk ke rumah kita.
Keempat: banyak-banyak berdoa kepada Allah agar diberi kesucian jiwa, & dijauhkan dari akhlaq yang tercela, diantara doa-doa yang diajarkan Nabi shollallahu’alaihiwasallam adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلاَقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ. رواه الترمذي والحاكم والطبراني
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari akhlaq, amalan, & hawa nafsu yang buruk.” (Riwayat At Tirmizy, Al Hakim, & At Thabrani)
Dan akan lebih efektif bila anti senantiasa melakukan sholat malam, & setelahnya berdoa kepada Allah Ta’ala agar diberikan kesucian jiwa & dikaruniai keistiqomahan dlm beragama, & dikaruniai seorang suami yang sholeh yang dapat membimbing anti kepada kehidupan seorang muslimah yang sejati.
Kelima: Senantiasa bersahabat dgn wanita-wanita yang sholihah, & jangan sekali-kali pernah menyendiri atau berkawan dgn wanita yang kurang baik. Jangan sampai bisikan yang ada di hati anti ini malah menjadikan anti menyendiri, karena semakin anti menyendiri, maka godaan ini akan semakin kuat, & semakin anti berkawan dgn wanita-wanita baik yang senantiasa berbicara dgn hal-hal baik, & tak sekedar omong kosong, maka dgn izin Allah godaan setan akan semakin berkurang. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ما من ثلاثة في قرية فلا يؤذن ولا تقام فيهم الصلوات الا استحوذ عليهم الشيطان عليك بالجماعة فإنما يأكل الذئب من الغنم القاصية. رواه أحمد وأبو داود وغيرهما وصححه الألباني
“Tidaklah ada tiga orang manusia di suatu desa kemudian tak dikumandangkan azan & tak juga didirikan sholat berjama’ah, melainkan mereka itu telah dikuasai oleh setan. Hendaknya engkau senantiasa bersama jama’ah (jama’ah sholat) karena srigala hanyalah memakan kambing yang menyendiri.” (Riwayat Ahmad, Abu dawud dll, & dishahihkan oleh Al Albani)
Anti harus yakin bahwa bagi seorang yang beriman kepada Allah Ta’ala & hari akhir tak dibenarkan utk merasa bahwa dirinya itu kotor & tak layak menjadi orang baik. Sebab setiap manusia diciptakan di dunia ini telah dibekali kesiapan utk menjadi orang baik (dalam keadaan fitrah/suci), hanya saja lingkungan & pendidikan serta godaan setanlah yang telah merusak fitrah baiknya.
عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه كان يقول: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : (ما من مولود إلا يولد على الفطرة فأبواه يهودانه وينصرانه ويمجسانه، كما تنتج البهيمة بهيمة جمعاء، هل تحسون فيها من جدعاء) متفق عليه
“Dari sahabat Abu Hurairah rodiallahu’anhu, ia menuturkan: Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam bersabda: Tidaklah ada seorang yang dilahirkan melainkan dilahirkan dlm keadaan fitrah (muslim) maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, atau nasrani, atau majusi. Perumpamaannya bagaikan seekor binatang yang dilahirkan dlm keadaan utuh anggota badannya, nah apakah kalian mendapatkan padanya hidung yang dipotong?” (Muttafaqun ‘alaih)
Jadi sebenarnya anti memiliki fitrah yang baik, & normal, akan tetapi karena pengaruh pendidikan atau mungkin lingkungan atau lainnya yang mempengaruhi cara berfikir anti. Oleh karena itu Anti harus mengobarkan tekad & semangat anti utk mengembalikan fitrah anti sebagai seorang wanita yang sempurna.
Bila Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam mengambarkan bahwa pada mulanya setiap orang dilahirkan dlm keadaan beragama islam, mengakui keesaan Allah, akan tetapi karena pengaruh lingkungan, ia menjadi yahudi, nasrani, & majusi, padahal dosa berpindah agama lebih besar dari pada dosa melakukan perilaku kaum Nabi Luth ‘alaihissalam, maka demikian jugalah yang menimpa diri anti, anti telah terpengaruh dgn faktor luar dari diri anti sehingga menjadikan anti lebih suka kepada sesama jenis dari pada lawan jenis.
Bila orang yang telah berubah fitrahnya sehingga beragama yahudi, nasrani atau majusi dapat berubah & kembali kepada fitrahnya, yaitu dgn belajar, dakwah, & memohon hidayah dari Allah, maka anti lebih memungkinkan utk kembali kepada fitrah anti yang semula. Kuncinya hanya ada di hati anti, bila anti serius memohon petunjuk kepada Allah, & disertai dgn upaya yang serius, maka dlm waktu yang amat singkat fitrah anti akan kembali suci & bersih.
Keenam: Lakukanlah kegiatan-kegiatan yang bersifat feminim/keibuan, misalnya mengasuh anak kecil (keponakan, atau adik, atau lainnya), memasak, berdandan mempercantik diri (khusus ketika berada di dlm rumah), menjahit, membuat karangan bunga, dll. Serta hindari segala perbuatan & perilaku yang biasa dilakukan oleh lawan jenis, misalnya mengendarai motor, mengenakan celana panjang walaupun di rumah, sendal laki-laki, atau yang serupa.
Ketujuh: Kenali betapa bahagianya kehidupan seorang wanita yang telah berumah tangga, telah dikaruniai anak keturunan yang sholeh, pandai, cakep, berbakti pada orang tua. Tidakkah anti iri dgn keadaan wanita tersebut yang hidup penuh dgn kebahagiaan sebagai ibu rumah tangga, istri, pengasuh anaknya sendiri bukan anak angkat. Dan betapa bangganya & berbuanga-bunganya hati anti bila suatu saat di hari yang cerah, anak anti pulang dari sekolah dgn membawa berita gembira berupa kenaikan kelas anak anda dgn prestasi yang memuaskan, misalnya rangking satu di kelas, atau yang serupa.
Kedelapan: Diantara jalan yang harus anti tempuh guna membentengi diri anti ialah dgn cara mengetahui & memikirkan dampak jelek & buruk yang akan menimpa orang yang menyelisihi fitrahnya, baik dampak buruk yang akan timbul dlm tempo dekat atau jauh, diantaranya: betapa besarnya rasa malu yang akan anti & keluarga anti hadapi bila perbuatan maksiat itu diketahui orang lain. Bagaimanakah masa depan anti kelak, baik masa depan secara sosial, atau kejiwaan, dimana bila seorang wanita tak menikah dgn lelaki maka ia tak akan pernah punya anak keturunan yang akan menjaga & melayaninya di masa tua, & mendoakan untuknya sepeninggalnya kelak. Belum lagi betapa besarnya dosa yang akan anti tanggung bila anti hanyut dgn godaan setan ini.
Sebagai gambarannya: Dalam syari’at islam, orang yang melakukan penyelewengan fitrah semacam ini hukumannya adalah dibunuh, & pembunuhannya dgn cara dilempar dari gedung yang tinggi hingga mati, sebagian ulama’ berpendapat dibunuh dgn cara dijatuhi dinding hingga mati, sebagian lain dgn cara dipenggal lehernya. Dan saya yakin anti tahu bagaimana Allah mengazab kaum Nabi Luth ‘alaihissalam, yaitu dgn cara diangkat bumi mereka, sehingga sampai ke langit dunia, kemudian dibalikkan, sehingga mereka semua binasa tertimpa bumi mereka sendiri, sampai-sampai hingga saat ini bumi yang dahulu menjadi tempat tinggal mereka dikenal dgn laut mati, sebuah laut yang tak ada kehidupannya sedikitpun, tak ada ikan, tak ada binatang laut lainnya.
Belum lagi azab yang amat pedih yang telah Allah siapkan kelak di akhirat bagi pelaku kemaksiatan semacam yang pernah dilakukan oleh kaum Nabi Luth ‘alaihissalam.
Ukhti fillah, besarkan hati anti, bulatkan tekad anti & kobarkan semangat anti utk kembali kepada fitrah. Gantungkanlah harapan anti hanya kepada Allah Ta’ala. Angkatlah kedua telapak tangan anti seusai anti sholat & pada malam hari guna memohon hidayah & perlindungan kepada Allah Ta’ala dari godaan setan yang terkutuk & bisikan nafsu yang tak baik.
Kesembilan: Adapun rencana anti utk menikah tapi tak hidup serumah dgn calon suami anti, maka menurut hemat saya itu tak perlu dilakukan, sebab saya khawatir bila anti dikecewakan oleh calon suami anti, malah semakin memperburuk keadaan & perasaan anti. Cobalah kiat-kiat yang telah saya jabarkan di atas dgn sepenuh hati, semoga anti berhasil mengusir belenggu setan yang telah melilit dlm sanubari anti.
Tak lupa, saya juga turut berdoa utk anti, semoga Allah Ta’ala mensucikan jiwa anti & menjaga kehormatan anti serta melindungi anti dari godaan setan & bisikan hawa nafsu yang dimurkai Allah. Wallahu a’lam bis showab.
***
Artikel www.muslimah.or.id
sumber: www.muslimah.or.id